Prom night. Jam sudah berdentang sebanyak delapan kali. Seharusnya aku sudah berangkat, tetapi tubuhku masih menyangkut di depan cermin. Membenahi tampilan sebanyak lima kali. Tak menghiraukan ketukan pintu berulang kali oleh Rio yang menyuruhku untuk segera membuka pintu atau pilihan terburuk, didobrak. Tak sabaran sekali. Dia yang menyuruhku tampil cantik, seharusnya dia tahu bahwa cantik butuh waktu. Yang lama, jangan lupakan itu. Final check. Aku melangkah mundur agar seluruh tubuhku tampak di cermin. Aku menggigit bibir. Tampilanku biasa sekali. Make-up yang berusaha terlihat natural. Tubuhku terbalut dress berwarna blue ocean, dengan bagian bawah yang luas, tidak sepan. Menampakkan seluruh bagian bahu. Sedangkan rambut kugerai indah dengan lengkungan di bagian ujung, kutaruh di be

