3 tahun kemudian......... “Pa.... Dimakan dulu sarapannya.... Jangan merajuk terus dong,” bujuk Nave sabar sambil menyodorkan pai coklat kesukaan papanya lalu memotongnya kecil, untuk menggoda sang papa katanya. Al masih membuang muka, berdecih kecil sebelum membuka mulutnya setengah kesal. “Pokoknya kalian berdua harus di rumah hari ini! KEDUANYA! Aku tidak ingin merayakan hari ini tanpa kehadiran kalian berdua di sisiku,” gerutu Al kesal sambil mengunyah makanan manis itu. “Akh!” Nave segera bangkit untuk mendekati papanya, lalu mengusap tangan Al yang diperban pelan dan penuh kehati-hatian. Ekspresinya berubah, membuat Al jadi tidak enak hati sendiri karena merepotkan putranya lagi. “Maaf....” lirih Al pelan sambil menunduk. Dia seharusnya ayahnya disini. Namun, entah kenapa Al se

