Cahaya bulan memasuki celah jendela besar di sebuah kamar yang gelap. Di kursi mewah tengah ruangan, seorang pria muda tengah duduk sambil bertopang dagu. Dahinya berkerut, namun bibirnya masih tertutup rapat tanpa mau mengatakan apapun. Nave memijat keningnya pusing. Papanya telah tidur nyeyak, namun kenapa dia jadi gelisah begini? Nave perlahan bangkit berdiri. Membenarkan mantel tidurnya lalu melangkah keluar ruangan. Seperti biasa, lorong masion itu sudah sepi karena banyak anggota yang sudah tidur pada jam segini. Paling, hanya satu dua orang yang mendapat bagian jaga yang menyapanya saat berpapasan di lorong. Nave mempecepat langkahnya. Ada yang tidak beres, lorong ke kamar papanya tidak pernah sesepi ini sebelumnya. Bruk Nave refleks mengeluarkan pistolnya begitu dia bertabraka

