Kembali

1150 Words

Hari itu mungkin akan menjadi hari paling bersejarah dalam kehidupan Al yang baru. Matanya menatap berbinar jejeran pohon yang dilewatinya sedari tadi. Al sungguh tidak pernah tahu bahwa lingkungan tempatnya tinggal akan seindah ini. Dia pikir, pemandangan dari kantor Steve sudah menjadi pemandangan paling indah yang bisa dia dapatkan di pulau ini. Steve yang sedari pagi sungguh sibuk hanya bisa tersenyum melihat wajah Al yang terlihat sekali rasa bahagianya. Tidak jarang mulut imut itu terbuka dan tertutup mengagumi pemandangan yang dilihatnya. Ah, lucu sekali. Steve jadi ingin mengigitnya. Sayang, mata Nave sedari tadi terus saja memandangnya tajam seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Steve. Dasar anak tidak peka, Steve hanya bisa diam-diam mengumpat dalam hati melihat tingkah anaknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD