Jejeran mobil berbaris rapi saat kapal pesiar mewah itu akhirnya berhenti di pelabuhan. Daerah sekitarnya sepi karena pelabuhan itu adalah pelabuhan pribadi milik keluarga Tritas, sehingga proses penjemputan mereka akan berjalan lebih kondusif. Semua anggota keluarga ada di sana, termasuk cucu lain dari keluarga Tritas. Yang pertama keluar dari kapal adalah barisan pria berjas yang bersiaga, sebelum ketukan sepatu mengalihkan pandangan mereka. Dengan balutan jas hitam mahalnya, Navelah yang pertama terlihat keluar dari kapal tersebut. Matanya terlihat dingin, berbeda dengan Nave yang mereka kenal tiga tahun yang lalu. Bibirnya terkatup rapat sambil terus memindai situasi. Nave berbalik sedikit, memberi jalan untuk orang selanjutnya. Seorang pria, wajah ceria dan mudanya yang sudah lama

