PRAANG! Ayame menoleh ketika mendengar pecahan piring dari ruang makan. Wajahnya berubah pucat saat dia mendapati Helen berdiri kaku dengan kedua tangan di depan tubuhnya. Tampak bergetar. Juga dengan piring kosong yang pecah berkeping-keping dibawah kakinya. "Nyonya Helen? Ada apa?" Ayame segera mendekat. Matanya tidak sengaja menangkap Yuta yang langsung bersiaga turun dari lantai atas menuju ruang makan dan tubuhnya membeku menemukan Helen memecahkan piring sekali lagi. Yuta segera mendekat, matanya yang tajam menelisik tangan Helen kalau-kalau wanita itu terluka dan Tuannya akan ... "Apa yang terjadi?" Ayame menggeleng dengan wajah bingung. Begitu juga saat Yuta melemparkan tatapan bertanya pada tiga anak buahnya yang berjaga tidak jauh dari ruang makan. Ketiga kepala itu menggele

