C

1518 Words

Ketika Helen terbangun esok paginya, dia langsung berlari dan berdiri di depan meja riasnya. Menyadari kalau dia masih berpakaian lengkap dan seluruh tubuhnya baik-baik saja. Hanya saja ... semalam kenapa dia bermimpi yang tidak-tidak? Helen melirik ranjang besarnya dan mendapati sisi ranjang dimana dirinya tertidur berantakan, sedangkan sisi yang lain tampak rapi seolah-olah tidak ditiduri dan itu membuatnya menghela napas lega. Helen mengusap wajahnya dan menemukan kedua pipinya memerah karena malu. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia bermimpi berciuman dengan seorang pria yang jelas-jelas menculiknya? Bodoh. Memukul kepalanya sendiri dengan gemas, Helen menyadari pintu kamarnya terbuka dan dia segera menoleh, mendapati Ayame datang dengan senyum hangatnya. Menyapanya lalu menyuruhnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD