Hari masih sangat pagi ketika Kemuning menatap gedung sekolah di hadapannya. Yang tampak di depannya adalah sebuah kemegahan. Dia baru menyadari kalau sepupunya Zelfa ternyata mendaftarkan dirinya ikut tes guru untuk sekolah yang luar biasa. Pantas saja Zelfa bisa hidup lumayan mewah. Ternyata karena dia bekerja di sini. "Bagaimana? Bagus bukan sekolahnya?" Tiba-tiba Zelfa yang semula memarkirkan motornya di tempat parkir, berdiri di samping Kemuning dengan wajah ceria. Ah, gadis itu memang selalu ceria. Kemuning sendiri sampai merasa iri. Dia sangat ingin mempunyai kepribadian seperti Zelfa. Zelfa bukan tidak punya masalah hidup karena setiap manusia pasti punya masalah. Zelfa sangat pintar memendam masalah dalam senyum dan tawanya. "Ya, bagus," jawab Kemuning datar sembari melirik Zel

