Kemuning 38

1479 Words

“Assalamu’alaikum, Muning…” sapa Viola begitu berdiri di belakang Kemuning. Begitu mendengar suara di belakangnya, Kemuning menoleh. “Wa’alaikumsalam.” Tapi kembali mengarah pandang ke jendela. Dia tahu itu Viola, akan tetapi dia tidak bersemangat untuk berbicara dengan siapa pun. Viola mengambil duduk di sebelah Kemuning dan ikut memandang keluar jendela. Kebetulan bunga mawar yang ada di halaman sedang berbunga, sehingga dia mempunyai bahasan untuk bercerita. “Wah, bunga mawarnya sedang mekar ya? Cantik sekali. Kapan-kapan aku mau minta bibitnya ah,” ucap Viola dengan sumringah. Tapi itu hanya beberapa detik karena dia tidak mendapatkan reaksi apa pun dari wanita di sebelahnya. Viola menoleh pada Kemuning. Wanita itu masih seperti tadi, mengarah pandang ke halaman. Tapi dengan tatapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD