Renna dan Zella

984 Words
Hari mulai gelap, kedua insan itu pun sudah terlelap. Jika kalian berpikir bahwa Exel dan Dhira tidur sambil berpelukan mesra, kalian salah. Karena posisi tidur mereka adalah Adhira yang tidur kasur milik Exel dan Exel yang menggotong kasur dari kamar lain ke kamarnya. Jadilah Exel tidur di bawah dan Adhira di atas ranjang. Itu dilakukan bukan karena Exel tak mau tidur dengan Adhira atau pun takut khilaf, tapi karena tingkah Adhira ketika tidur yang memang tidak bisa ditoleransi. Dulu Exel pernah tidur satu kasur dengan Adhira, namun berakhir dengan jatuhnya Exel ke lantai karena tendangan super Adhira. Kesal tentu saja Exel merasakannya, namun bagaimana lagi Si pelaku adalah kekasihnya sendiri. Jangan lupakan dengkuran Adhira yang sudah seperti trompet rusak di telinga Exel. Ajib sungguh pikir Exel, namun ia sangat menyayangi makhluk ajib ini Tuhan. *#* Disisi lain ada Renna dan Zella yang berada di balkon sambil menatap bintang-bintang. Keduanya sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing. Helaan nafas yang dalam terdengar dari keduanya. Keduanya pun saling melihat dan tertawa. Kompak memang. “Haha apa Lo ngikutin Gue dah,” ucap Renna sambil mendorong pelan bahu Zella. “Haha Lu yang ngikutin Gue, Gu mah lagi cosplay kayak di drakor-drakor gitu ceunah,” ucap Zella bohong. Pasalnya ia benar-benar sedang lelah. “Zel, Lo ngerasa lucu ga sama dunia yang kayaknya becanda mulu sama Kita?” Renna menatap kembali bintang-bintang di langit. Zella menoleh sebentar, kemudian ia juga menatap ke atas sana. “Iya lucu banget ya? Haha, kalo dipikir-pikir juga nasib Kita itu sama cuma beda versi aja haha,” Zella tertawa, lebih tepatnya menertawakan nasibnya sendiri. “Lo bener, keluarga Kita sama-sama hancur, Nyokap Gue selingkuh daa pergi ninggalin Gue dan Bokap. Semenjak itu pun Bokap jadi gila kerja banget. Haha Gue sendiri sampe lupa kapan terakhir Orang tua Gue nanya kabar Gue,” Ucap Renna pilu. “Iya, Bokap Gue juga pergi sama istri sirihnya, dan Nyokap Gue malah jadi pembisnis yang Gila laki-laki, haha miris banget njiir Kita,” Zella tertawa miris. “Ck kan jadi melow yak Kita,” ucap Renna melirik Zella sekilas. Kemudian menatap bintang lagi. Keduanya terdiam lagi dan lagi entah apa yang ada sedang mereka pikirkan. “Renn, jujur-jujuran aje nih Gue ya same Elu, Gue kadang suka iri sana Dhira. Dhira yang keluarganya harmonis ya.. meski pun kadang Bokapnya rada nyebelin sih hehe. Tapi, keliatan banget kalo Bokapnya tuh sayaaang banget sama Dhira. Belum lagi Exel, yang selalu nemenin Dhira. Aah, kayaknya hidup Dhira itu kalo kata Demian nih Sempurna aaseeek,” ucap Zella sambil memperagakan gerakan pesulap Demian. Renna pun mendengarkan dengan seksama perkataan Zella. Renna juga tak menyangka bahwa Zella juga pemikiran dengannya. “Ajib gile, bener banget Zell. Sumpah Gue juga mikir gitu, iri aja gitu. Tapi kalo soal Exel.. Gue ga iri. Gue..Gue masih berharap Dia kembali. Tapi ya.. yaudahlah ngikut alur Tuhan aja gimana baiknya nanti,” ucap Renna, suara terdengar sedikit bergetar saat membicarakan orang yang ia sebut Sidia. Zella menepuk pelan bahu Renna, guna memberinya semangat. Renna yang selalu terlihat tenang dalam setiap keadaan, tak bisa menutupi kesedihannya ketika ia membicarakan atau pun mengingat Sidia, kenangan saat SMP selalu berputar di kepalanya. Renna merindukannya Tuhan. “Renn, kenapa Dia ninggalin Elo?” tanya Zella penasaran. Pasalnya, Renna tak pernah bercerita secara rinci tentang masalahnya dengan pria itu. Renna hanya menceritakan intinya saja, mungkin Renna belum siap jika harus mengingat kembali masa indah sekaligus luka untuknya. “Dia pergi ke luar negeri ngejar cita-citanya, Dia..Dia mau jadi Dokter,” Renna menghela nafas panjang. Berat, masa itu sungguh berat bagi Renna. Zella yang melihat Renna kembali bersedih pun mengubur rasa penasarannya. Zella tak pernah melihat Renna sesedih ini, bahkan saat ibunya pergi meninggalkannya pun Renna tidak menangis. Sesak sekali rasanya. “Emm, Gue ga tau harus kasih respons yang gimana ke Elo Renn, karena Gue bukan Zella teguh, tapi Zella Anandita. Pokoknya Lo pasti bisa melewati semuanya dan ada Gue sama Dhira yang ya...walau pun ga banyak bantu dan lebih banyak ngerepotin Lo, Kita bener-bener sayang daa beruntung bisa kenal Lo Renn,” ucap Renna mencoba menghibur Renna. Tapi semua yang ia ungkapkan adalah tulus dari hati Zella. “Haha bisa aje Lu Saepah,” ucap Renna bercanda. “Eh, BTS nih, eh maksud Gue BTW nih Lo iri sama Dhira soal Exel kan? Atau jangan-jangan Lo...Lo suka ya sama Exel? Astaga Zella...,” tanya Renna yang menerka-nerka isi hati dan kepala Zella. Sedangkan Zella langsung menoleh, saat telah mengerti apa maksud dari perkataan Renna. Maklum saja, isi kepala cantiknya itu sangat lemot sekali pemirsa. Oh ya, jangan lupakan mata Zella yang melotot arah Renna, membuat Renna ingin mencongkel mata tersebut. “Ya enggaklah Renn, Gue sama sekali ga suka sama Exel. Astaga, Gue tuh cuman pengen punya seseorang yang selalu ada gitu, kayak Exel yang selalu ada buat Dhira dan sebaliknya,” ucap Zella memperjelas kesalahpahaman Renna terhadapnya. Renna manggut-manggut menanggapi perkataan Zella. “Zell, Gue mau nanya nih. Cwo yang Lo ceritain waktu itu siapa?” tanya Renna penasaran. Sama seperti Renna, Zella juga hanya menceritakan inti dari masa lalunya. Ia juga belum sanggup membuka lebaran itu kembali. “Em, Gue..Gue ga tau Renn,” ucap Zella sambil menundukkan kepakanya. Ia juga bingung bagaimana menjelaskannya pada Renna. “Maksud Lo? Lo gak kenal gimana Zell? Yang jelas dong,” kesal renna. “Em, Gue ga tau Renna, Gue gak kelas sama orang itu. Tapi Gue masih inget sekilas wajahnya. Seinget Gue orang itu pake baju formal dan wajahnya memang tampan,” ucap Zella sambil menunduk kembali. Namun, kali ini air matanya sudah mengalir deras tanpa bisa dicegah. Zella menangis tanpa suara. Renna yang mengerti maksud Zella pun, langsung memeluk Zella. Perasaan Zella benar-benar hancur, ia takut, gelisah, dan ingatan itu kembali lagi. Tuhan, tolong bantu Zella melupakan hari itu. Kemudian mereka pun pergi untuk tidur karena hari juga semakin gelap. Semoga setelah bangun Renna dan Zella bisa melupakan masalah mereka. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD