bab 7

432 Words
mendengar perkataan Jumi, Ari memiliki rasa semangat kerja, dia harus segera mendapatkan uang uang untuk kuliah, dia tidak ingin terus menjadi sopir nantinya. "apa aku mulai kerja sekarang? " Ari memandang ke arah Jumi, " tentu, hari ini antar saya ke perumahan blok 3, di sana sedang ada pembangunan milik ayahku, aku di tugaskan memeriksa kemajuan dari tempat itu," kata Jumi, " oke, aku akan segera ke bawah menunggu nona," kata Ari lalu dia bangkit dari tempat duduknya bermaksud ingin keluar, " tunggu dulu dong, apa kamu sudah sarapan? jika belum ,aku akan membawa kamu makan dan kita makan bersama gimana?" tanya Jumi, "....." Ari sedikit canggung, meskipun tadi sebelum kesini sudah makan roti lapisnya, mendengar kata makan Ari seketika menjadi lapar, hobinya adalah makan, dan tidak bosan jika mengulang-ulang, makan enak setiap hari. " aku ...belum sarapan" kata Ari sedikit malu-malu, dia harus berbohong agar bisa mengurangi uang yang ia punya, " oke, sebelum ke tempat kerja, kita makan dulu ya, tenang aku yang traktir, tetapi jika nanti kamu sudah di gaji oleh ayahku, jangan lupa dengan momen yang ini ya," kata Jumi lalu mereka keluar dari sana, saat tiba di restoran, tertulis nama restoran itu " MASAKAN SATU HATI" , Jumi masuk lalu pelayanan di sana sudah datang melayani, "permisi nona, selamat datang di restoran masakan satu hati, kalian adalah pasangan pertama yang datang hari ini, kami ada potongan harga di menu makanan spesial bagi pasangan yang datang pertama" kata pelayan wanita itu, Ari melirik nama pelayanan tadi Riana, sangat cantik dan elegan, " ini adalah restoran yang sering aku jadikan tempat makan, kamu bisa pesan apa saja," kata Jumi berbicara pada Ari tanpa melirik pelayan tadi, Ari adalah seorang lelaki, tentu akan suka pada wanita apalagi wanita itu cantik, " terserah nona Jumi saja, dan untuk pelayan,maaf tapi kami bukan pasangan " kata Ari berbicara pada Jumi lalu berbicara menatap pelayan. " oh, maaf tuan, aku kira kalian adalah pasangan " kata pelayan meminta maaf. "aku ingin memesan roti barbeque dan jus alpukat, kamu Ari mau yang mana?" kata Jumi, melihat Ari masih memandangi tempat itu Jumi sedikit agak kesal karena tidak di hiraukan oleh Ari, baru kali ini dia di abaikan oleh lelaki. " pesankan saja dia yang sama dengan aku," kata Jumi lalu duduk di kursinya, pelayan mengangguk dan pergi menuju dapur untuk mengambil pesanan. "kamu lihat apa sih Ari, kok kayak serius gitu?" tanya Jumi, "ah,, aku hanya kagum dengan restoran ini, sangat besar pelayan juga luar biasa banyak, ternyata karena aku tidak pernah Travelling membuat aku seperti badut di kota ternama seperti ini." kata Ari.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD