Keheningan membentang di ruang makan megah dan hanya terisi oleh Michael dan Casandra yang tengah menikmati sarapan mereka. Baik Michael dan Casandra, tak mengeluarkan perkataan sedikit pun. Hanya sesekali Michael melihat Casandra yang terlihat muram. Michael tentu tak perlu lagi bertanya kenapa wajag Casandra muram. Wanita di sampingnya itu masih terus memikirkan tentang mantan kekasihnya. Ditambah dengan Michael melarang Casandra untuk pergi ke kantor. “Casandra,” panggil Michael dengan nada datar dan raut wajah tanpa ekspresi. “Ada apa?” Casandra mengalihkan pandangannya, menatap Michael dingin. “Ganti pakaianmu. Aku akan membawamu pada orang tuaku. Kemarin orang tuaku hanya tahu dirimu saat di pernikahan. Ibuku sudah memintaku untuk membawamu padanya,” ucap Michael masih dengan

