Tubuh Casandra membeku diam di tempatnya di kala melihat sosok gadis kecil cantik di hadapannya memanggil Michael dengan sebutan ‘Daddy’. Otak Casandra berusaha mencerna, namun semuanya buntu. Lidah Casandra kelu, tak mampu merangkai kata sedikit pun. Wanita itu menoleh sedikit ke Michael—dan hasilnya adalah Michael memberikan senyuman manis pada gadis kecil cantik itu. Raut wajah Casandra berubah menjadi tegang. Apa Michael sudah memiliki seorang putri? Jika iya, kenapa Michael tak bercerita padanya? Lalu, di mana ibu dari gadis kecil itu? Atau jangan-jangan dirinya dijadikan istri kedua Michael? Jutaan dugaan-dugaan muncul di dalam pikiran Casandra. “Little girl. Aku merindukanmu.” Michael bangkit berdiri, menghampiri gadis kecil itu, dan menggendongnya seraya mengecupi pipi bulat

