Mentari terbangun dari tidurnya dia menoleh kesampingnya Benji sudah tidak ada. "Dasar jelangkung" guman Mentari. Semalam dia tidak berhasil mengusir Benji. Terjebak dengan ucapannya sendiri waktu itu. Ngomong-ngomong gimana ke adaan Romi. Dia masih kepikiran walaupun dia benci sama pria itu, tapi tetap saja dia masih punya hati. Apalagi semuanya terjadi juga gara-gara dia. Ting...tong....ting....tong... Seseorang menekan bel dengan tidak sabar. "Astaga siapa lagi.." ujar Mentari lelah, perasaan hidupnya tidak pernah tenang lagi akhir-akhir ini. Dia turun dari ranjangnya lalu masuk ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Ting....tong.....ting....tong.. Orang itu terus menekan bell semakin tidak sabar. "Iya bentar.." teriak Mentari dengan berlari turun ke bawah. "Ya ampun

