Mentari memilih menunggu Benji di luar. dia duduk di sebelah mobil Benji yang sedang terparkir. Dia juga tidak pamit pada oma bukanya tidak sopan, namun tidak enak kalau harus mengganggu oma yang sedang istirahat. Mentari menghembus kan napasnya dia tidak menyangka bahwa hidup Benji serumit ini. "Masuk" ujar Benji yang baru saja keluar dan langsung masuk ke mobil. Mentari mengikutinya masuk ke dalam mobil. Tidak ada yang bicara mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Mentari menoleh ke arah Benji memperhatikan wajah pria itu. Masih sama terlihat datar seolah tak terjadi apa-apa. "Jangan lihatin gue kayak gitu, gue nggak suka" ujar Benji dingin. Mentari mengangguk kaku dia pun mengalih kan tatapanya ke depan. Tak lama mereka pun sampai di rumah Mentari. Mentari minyipit kan mat

