Bab 16 - Permintaan Maaf Setelah berjam-jam berjibaku membuat kerajinan keramik, gue dikejutkan dengan kedatangan Tante Dera, diikuti oleh Dru di belakangnya. Sial*. Gue lupa kalau perjodohan di antara gue dan Nolan melibatkan anggota keluarga di dalamnya. “Halo, Rere. Kamu lagi sibuk banget ya?” Gue kontan meringis pelan. Karena penampilan gue saat ini jauh dari kata bersih dan rapi, untungnya gue sudah sempat mencuci tangan sekaligus mengelap keringat di wajah. Tapi tetap saja, ikatan rambut gue belum sempat dibenahi sama sekali. “Enggak kok, Tan. Ini aku baru selesai bikin pesanan di belakang.” Tante Dera tersenyum lembut. “Kamu udah mau pulang, 'kan?” Gue langsung menganggukkan kepala sebagai jawaban. “Kalau gitu kamu pulang bareng Tante aja ya? Sekalian kita makan bareng di l

