Bab 12 - Tulip Putih Hari ini Joy Ceramics sengaja tutup lebih awal, karena adik kandungnya Marsha yang bernama Dea sedang berulang tahun yang ke-16. Sehingga kami berdua sibuk menyiapkan kejutan dengan mendekor ruang tamu apartemen Marsha secantik mungkin setelah membeli kue, perlengkapan dekorasi, dan juga hadiah untuk adiknya. “Adek lo beneran bakal dateng kan, Mar?” tanya gue setelah melirik jam dinding di apartemen. Sekarang sudah jam tujuh lewat, nyaris jam setengah delapan malah. Namun, Dea belum juga datang, padahal Marsha tadi mengatakan kalau adiknya akan datang tepat pukul 7 malam. “Pasti dateng, Re.” Marsha menjawab dengan nada gusar. Gue cuma mengernyit melihat aksinya yang terus mondar-mandir enggak jelas. “Coba lo telepon deh, terus tanya, dia jadi dateng apa enggak.”

