09 | Nol Besar

1151 Words

Bab 09 - Nol Besar Mama dan Papa sudah pulang dari Bandung sejak tadi sore. Berhubung ada Mama di rumah, Nolan kayaknya enggak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia datang sekitar jam delapan malam dengan membawa beberapa kotak martabak untuk orang-orang yang ada di rumah, plus sekotak macaron yang katanya spesial buat gue seorang. Sumpah. Gue merasa mual secara tiba-tiba begitu mendengar ucapannya. Sebenarnya gue masih ogah banget buat ketemu sama dia, tapi Ibunda Ratu enggak bisa dibantah. Jadi, di sinilah gue sekarang, duduk di ruang tamu dan berduaan doang bareng Nolan. Gue terus menatapnya dengan waspada sejak Mama dan Papa memberikan kami waktu untuk berduaan aja. Dia malah tertawa tanpa aba-aba. “Kamu kenapa sih duduknya jauh-jauh gitu? Aku enggak gigit lho.” Gue langsung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD