Sascha duduk di tepian ranjang sambil terus menatap wajah Elio yang tengah terlelap. Ini sudah malam, tapi Sascha sama sekali tidak ada niatan untuk turun ke rumah bawah. Walau Elio sempat berucap bahwa dia sudah merasa lebih baik, tapi ada dorongan dalam diri Sascha untuk tetap menemaninya malam ini. "Cepet sembuh dong, El. Badan gede gini nggak cocok banget kalo sakit." Sascha berucap lirih walau dia yakin Elio tetap tidak mendengar. Elio tidur dengan sangat nyenyak. Sejak siang tadi, Elio mengeluh tidak bisa istirahat. Tubuhnya nyeri, kepalanya pusing, dan dia juga mengalami demam. Beruntung dokter datang tepat pada waktunya. Setelah selesai merawat luka di bahu dan paha Elio, dia memberikan beberapa tablet obat. Tak sampai satu jam setelahnya, Elio langsung bisa memejam. "Udah ngga

