29. Sweet

1560 Words

Henry terus mengumpat dengan berbagai kata kasar dan makian. Namun, Elio justru tertawa seolah apa yang dia lakukan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Bagi Elio, hal semacam ini memang bukanlah masalah. "Kalaupun aku mau bunuh Allan, aku bakal bunuh dia dengan tanganku sendiri, El," ucap Henry dari seberang. "Terus kenapa enggak?" "Nunggu waktu yang tepat. Terus kamu ngapain malah berulah?" Elio kembali tertawa. "Aku nggak ngapa-ngapain. Cuma bercanda doang tadi." "Bercandamu buang satu peluru?" Sebuah tembakan memang sudah Elio lepaskan. Namun, dia masih cukup waras untuk tidak menjadikan kepala Allan sebagai target. Setengah detik sebelum peluru keluar, Elio mengubah arah pistol ke bagian bahu kanan. Allan masih membuka mata waktu itu. Begitu sadar kalau dirinya masih diberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD