9. Hugo & Jasmine Dinner's

964 Words
REINA POV Aku yang mendengar perkataannya membuatku lekas bergegas menujunya, menarik tangannya, melemparkan tubuhnya kepadaku dan melumat bibirnya. Aku sudah sangat tidak bisa menahannya sejak semalam. "Maafkan Aku, Rein. Aku tidak bisa menahannya, Kau tau betapa tersiksanya Aku semalam yang tidak bisa berbuat apa-apa saat melihatmu tidur tak berdaya? Kepala rasanya sangat sakit. Sekali lagi, Aku minta maaf Rein" Ucapku kepadanya yang melepas ciuman nafsuku itu. "Kalau kau begitu tersiksa... maka lakukanlah sekarang, Bryan" Jawab Reina dengan desahan nafas miliknya yang tepat berada di leherku. Tanpa banyak bicara lagi, Aku melumat kembali bibir basahnya memasukkan lidahku dan mengelilingi mulut Reina. Ciumanku sangat erotis membuat Reina kehabisan nafas. Reina melingkarkan tangannya di leherku, membuat semakin menggila. Aku mengangkatnya, dan membuatnya kembali berbaring di tempat tidur. Bibirku masih menempel di bibir Reina, ku rasa ada sebuah lidah yang masuk kedalam mulutku. Apakah Reina benar melakukannya? Sungguh? Aku membiarkan Reina beraksi dan yaaahhhh itu sangat nikmat, Aku pikir Reina tidak mengetahui hal seperti ini. Tapi, dia cukup mahir memainkan lidahnya. Reina mengisap lidahku dan lidah kami bermain bersama di dalam. Aaahh Aku sungguh dibuat gila dengan wanita dingin ini, rasanya Bryan Juniorku sudah bangun di pagi hari. Ku rasa sekujur tubuhku mulai memanas dan seperti di sengat listrik pagi ini. Tanganku yang memeluknya mulai meraba perutnya dan naik lagi hingga mencapai bukit kembar milik Reina, Aku meremas dan meremasnya lagi menarik keatas baju yang Reina kenakan tapi itu dihentikan olehnya. "Not today, Mr. Pattinson" Ucap Reina menarik bibirnya dan memengang tangaku yang sedang ingin membuka bajunya. "Sorry... Rein, Aku hilang kendali. Aku terbawa suasana, rasanya sangat nikmat melakukannya bersamamu" Ucapku menunduk yang kecewa bahwa Aku benar melakukan itu kepada Reina. Dia mencium pipiku dan beranjak meninggalkan ku. Aku sangat kecewa dengan sikapku seperti itu kepada Reina. ---- AUTHOR POV Reina & Jasmine sedang berjalan-jalan di suatu pusat perbelanjaan di LA. Dan itu tidak lain adalah perusahaan milik Ayah Reina Mr. Gerald Mondley. Reina, sebenarnya sangat malas untuk menginjakkan kakinya disini, tapi karna Jasmine yang ingin membeli beberapa pasang baju buatnya mengharuskan Reina datang ke tempat yang dia sangat benci. Karna, dia akan melihat sosok perempuan penggoda yang selalu dia kutuk. Jasmine masuk di salah satu toko dalam mall itu, melihat-lihat baju yang ingin dia beli. "Ayolah... Jas kau tidak usah terlalu banyak memilih hanya mengambil beberapa lalu kita pergi dari sini!!!" Pinta Reina yang mulai kesal. "Tunggulah sedikit Reina, Aku harus membeli baju untukku malam ini. Hugo mengajakku bertemu dengan orang tuanya" Jawab Jasmine dengan mengambil sepasang baju dan mencocokkannya di tubuhnya. "Yaahhh... terse----" belum sempat Reina meneruskan perkataannya. Seorang wanita dengan memperlihatkan kaki mulus jenjang dan mengenakan highheels maroon keemesan menghampiri mereka. Raut wajah Reina berubah seketika, melihat wanita itu. "Can, I help you... Ms. Ryder?" Tanya wanita itu kepada Jasmine dengan senyuman tipis tajamnya miliknya "Aaahhh... Ohya Ny. Lucious, No. Thank u" Jawab Jasmine dengan membalas senyumnya dan memutar kembali bola matanya kearahku. "Hei... Reina, sudah lama kau tidak menginjakkan kakimu disini" Ucap Ny. Lucious dengan nada yang memperlihatkan dia sangat membenci Reina. Berbeda dengan ucapannya saat dirumah Mr. Mondley yang sangat lembut kepada Reina. "Yaaahh... Aku rasa itu memang sangat lama setelah Ibuku meninggal dan seorang p*****r mengambil posisi yang seharusnya Aku tempati" Jawab Reina menyinggung dan tertawa mengejeknya. Perkataan Reina seperti sebuah panah yang langsung menancap ke jantung Ibu Tirinya itu. Ny. Lucious mulai memperlihatkan raut kemarahannya dengan menatap tajam kearah Reina, Dia berjalan menuju Reina yang seakan-akan ingin menancap kembali panah yang Reina berikan kepadanya. Tapi, langkahnya terhenti oleh seorang karyawan toko yang datang menghampiri mereka. "Apakah... Anda ingin membelinya, Ms. Ryder?" Tanya salah seorang karyawan yang menghampiri Jasmine. Jasmine yang tidak ingin melihat Reina terkena masalah di tempat ini, dengan cepat menyuruh karyawan itu membungkus baju yang dia beli dan menarik Reina keluar dari toko itu. "Shiiiitt... f**k!!! Teriak Reina, setelah Jasmine menarik tangannya keluar. "Rein... sadarlah!! Kau bisa saja membuat keributan disini, Jika Ayahmu mengetahui lagi dia semakin tidak mempercayaimu dan semakin memilih perempuan itu" Ucap Jasmine yang berusaha menenangkan Reina. "Dasar, b***h tidak tahu diri" Ucap Reina sambil berjalan keluar menuju parkiran mall itu. ----- BRYAN POV Aku melihat Hugo yang saat ini sudah rapi dengan setelah jas warna biru tua dengan kemeja putih dalamannya, tidak lupa dia juga mengenakan dasi miliknya. "Whooaa... Apa kau berpakaian seperti itu saat menonton pertandingan malam ini?" Tanyaku sambil tertawa puas melihatnya. Lalu dia meleparkan bantal kearahku yang berada tidak jauh dari jangkauan tangannya. "Shut Up!!" Teriaknya. "Kau pikir Aku gila berpakaian seperti ini hanya ingin menonton balapan di jalan?" Lanjutnya. "Lalu kau akan kemana dengan pakaian seperti itu?" Tanyaku penasaran. "Aku akan pergi bersama Jasmine makan malam bersama orang tuaku" Jawabnya sambil tersenyum yang menandakan dia sangat berbahagia malam ini. "What the f**k, man!!!! Are you serious? Kau ingin memperkenalkannya?" Kataku yang sangat kaget mendengar perkataannya. "Yeaahhh... Aku sangat tidak sabar menantikan malam ini" Jawabnya dengan berjalan meninggalkanku. ---- JASMINE POV Aku mengenakan Short Dress warna biru mengkilat dengan balutan kain lainnya di pinggangku, Aku sangat menyukai baju ini karna bisa membentuk lekukan tubuhku yang indah.  Aku menunggu Hugo di depan rumah, dan tidak lama setelah itu. Sebuah mobil sedan hitam mengkilat menuju kearahku, Aku melihat sesosok pria yang sangat rapi, tampan menuruni mobil itu. Yah itu adalah kekasihku "Hugo". Aku tercengang melihatnya berpakaian rapi, karna Aku yang selalu melihatnya mengenakan kaos tipis di padukan dengan jaket kulit tebal seperti layaknya gangster. Dia melihatku terpanah mengenakan Dress seksi ini. Reina keluar menghampiriku, dia pun memperlihatkan ekpresi yang sama denganku. "Hugo... Is that you?" Tanya Reina yang masih tidak mempercayainya. "Yes.. Rein" Jawab Hugo dengan suara berat favoritekun "Bisakah kita berangkat sekarang Ms. Ryder?" Tanyanya sambil mengulurkan tangannya. "Sure... Mr. Lautner" Jawabku yang mengambil tangannya dan berjalan menuju mobil itu. "Have fun, darl" Teriak Reina yang masih berdiri di pintu rumahku. *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD