17. Ngidam

1883 Words

“ZIIAAAAAA....” Panggil sebuah suara histeris. Zia menoleh, mendapati Meta tengah berlari ke arahnya dengan tatapan buas, tanpa babibu gadis itu langsung menubruk dan mendekap Zia erat dalam pelukannya. “Aduh-duh-duh... Ta! Sesek napas ini, elah!” Setelah adegan dramatis yang entah bermakna apa Meta justru mendengus kesal, melepaskan pelukannya kasar lantas menatap Zia tajam. “Lo tuh ye! Gue itu khawatir sama lo! Lagian ke mana aja sih tiga hari ini? Ditelpon nggak diangkat, sms nggak dibales, gue dateng ke apartemen lo nggak ada! Lenyap gitu aja kayak ditelen bumi!” Tak lama setelah penampakan Meta, Anna menyusul dengan napas terengah-engah. Dari apa yang terihat, sepertinya Anna baru saja berlari mengejar langkah Meta, hingga berakhir kehilangan napas seperti itu. Melihat kondisi A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD