Tok... tok... tok... Suara ketukan pintu terdengar pelan namun jelas. Keira yang masih sibuk menuangkan saus jamur ke atas daging panggang langsung menoleh. "Sebentar ya!" Ia segera mematikan kompor, melepas celemeknya, lalu berlari kecil menuju pintu depan. Begitu pintu terbuka, Richard sudah berdiri di sana. Ia mengenakan kemeja hitam polos dengan lengan digulung sampai siku dan celana chino berwarna abu-abu. Penampilannya santai, namun tetap terlihat rapi dan berwibawa. Di tangannya ia membawa sebuah kantong kertas. "Selamat malam." Keira tersenyum lebar menyambutnya. "Selamat malam." "Kok lama sekali bukanya?" "Tadi lagi menyusun hidangan di piring." Richard mengangkat kantong kertas di tangannya. "Aku bawa sesuatu buat kamu." "Lho, apaan itu?" "Bukan makanan." "Terus apa?"

