"Lo dari mana, anjir?" suara kakaknya terdengar begitu Rachel memasuki rumahnya. Ada nada khawatir dan Rachel hanya merotasi bola matanya, jengah. "Dari rumah sakit," jawabnya cuek lalu berjalan melewati kakaknya menuju kamarnya. Membiarkan Arda yang mengikutinya pergi menuju kamar. "Chel ...," Arda duduk di atas kasur milik adiknya itu. Rachel dapat melihat ada raut gusar yang Arda perlihatkan. "Paan?" jawabnya. Rachel mulai meletakkan tas bawaannya dan melepaskan topi hitam miliknya. Ia menghela napas seraya mengikat rambutnya jadi cepolan asal. "Ada Mama dibawah," Arda berucap pelan. Rachel menghentikan kegiatannya yang sedang mengikat cepolannya. Sejurus kemudian ia berlari dengan cepat kebawah disusul dengan Arda. "Mama!" Rachel berlari memeluk Mamanya yang sedang b

