"Bang Arda!" ketiga cowok itu berlari setelah mereka melihat dua orang cowok yang mengenakan seragam seperti mereka di tengah koridor rumah sakit. Yang satu sedang duduk di kursi panjang yang menyambung itu dan satunya menatap lurus pintu ruangan didepannya. Malik, Kelvin dan Farid berhenti dihadapan Arda yang sedang duduk sambil meremas rambutnya dengan napas yang tersenggal-senggal. "Bang, Achel kenapa?" kali ini Malik membuka suara. Arda mengangkat kepalanya secara perlahan dan mentap tiga orang didepannya dengan tatapan sendu. Dahinya sedikit mengernyit kala melihat sesosok asing yang berada diantara kedua sahabat adiknya. "Rachel pingsan," Arda menatap tajam Marchel yang juga sedang menatap mereka. "Lo yang jelasin!" lanjut Arda. Nada bicaranya sedikit berbeda selepas pan

