"Bisa kalian jelasin ke gue apa yang terjadi sebelumnya?" Farid membuka suara setelah selama dua puluh menit para lelaki ini keluar dari ruangan Rachel dan duduk di depan ruang inap Rachel. Farid yang tidak tahu menahu apa yang sebenarnya terjadi itu bertanya karena dia terbilang baru untuk lingkungan mereka. "Beberapa hari yang lalu Rachel Operasi dan kondisinya belum sepenuhnya pulih." Malik menjawab setelah sebelumnya ia mengusap rambutnya kebelakang kepala. Kelvin mengangguk, "Iya." Farid tak menjawab, melainkan matanya lurus menatap pintu berwarna cokelat muda yang di tengahnya terdapat kaca memanjang itu. Dia dapat melihat Arda yang sedang mengelus rambut Rachel dengan sayang sambil sesekali menciumi pipinya. Farid tersenyum melihat perhatian Arda pada Rachel.

