Menggenggam bunga biru di tangannya, Drew melesat berteleportasi menuju rumah Leonard. Meninggalkan kastil mewah tapi suram tempat tetua vampir berdarah murni berada. Yang terpenting kesepakatan telah terjadi, dia maupun klan vampir tidak akan saling berseberangan lagi.
Lagi pula ia sudah melenyapkan semua vampir yang mengancam dan bertekad menghancurkan dirinya. Sekarang ia telah mendapatkan sesuatu yang bisa memulihkan energi Britney. Jadi tidak ada alasan untuk memendam dendam, yang bersalah sudah lenyap.
Fokusnya saat ini hanya memulihkan energi Britney, agar wujudnya menjadi dirinya seperti sedia kala juga ingatan tentang dirinya. Lalu mengklaim Britney secara nyata fisik dan jiwanya.
Harapan Drew begitu besar hingga melupakan resiko ketika ingatan Britney pulih. Ia sama sekali tidak memikirkan bagaimana jika sang peri mengingat pengabaian yang pernah ia lakukan. Mungkin saja Britney benar-benar meninggalkan dirinya jika ingat apa yang terjadi. Drew terlalu terbuai oleh kebahagiaan, dia sama sekali tidak memikirkan apapun.
Ketua klan vampir berdarah murni merasa lega karena mencapai kesepakatan dengan Drew. Ini artinya klan vampir tidak akan diburu lagi oleh klan bayangan. Mereka biaa hidup di dunia manusia dengan tenang. Lagi pula vampir yang tidak terlibat dalam penyerangan ke Shadow world memang tidak memperdulikan perebutan kekuasaan antara Furge dan Drew. Mereka terlalu nyaman menjalani kehidupan seperti masyarakat normal di dunia manusia.
"Umumkan pada seluruh vampir jika kita sudah berdamai, jadi tetap berperilaku normal dan membaur dengan manusia secara damai. "
Axcel memerintah Cadios untuk menggunakan kekuatan telepatinya pada seluruh vampir yang berada di dunia manusia.
"Baik, Tuan. " Cadios mundur dari hadapan mereka. Dia menuju menara untuk mengeluarkan gelombang telepati yang menjadi kemampuan khususnya.
"Aku lega dengan keberhasilan kita. Aku bahkan merasa jika tidak akan hidup lebih lama lagi karena bertempur dengan Drew, " ujar Malfoy. Dia mengusap rambut gelapnya yang mengalir hingga pinggang.
"Aku juga merasakan hal yang sama. Syukurlah Drew sekarang adalah pria yang jatuh cinta jadi yang ada dalam pikirannya hanyalah peri kecil itu. "
"Kau benar. Sudahlah, aku ingin kembali dalam tidur panjangku. Sekarang aku sudah tenang, " jawab Shean.
Calain dan Axcel mengangguk. Mereka juga berniat tidur panjang karena tidak ada lagi beban pikiran. Mereka yakin jika vampir yang tersisa cukup cerdik untuk tidak membuat keributan.
Sementara itu, Drew sampai di rumah Leonard dalam hitungan detik. Dia mengamati rumah mungil yang dihiasi pohon Cerry. Terlihat jika pohon itu mulai berbunga, beberapa ranting memiliki tunas kecil yang siap mekar.
"Kenapa aku tidak merasakan energi Britney dan Leonard di kuat disini? " guman Drew sambil membawa bunga es biru di tangannya.
Drew merasa gamang, dia tidak ingin mempercayai apa yang di rasakan sebelum melihatnya sendiri. Dia pun memeriksa ke dalam rumah dan ternyata memang kosong. Sepertinya rumah ini ditinggalkan dalam beberapa hari.
"Leonard sialan, apakah ia ingin menyembunyikan Britney? " geram Drew.
Drew segera memejamkan mata. Pikirannya terfokus untuk mendeteksi energi Britney yang sudah sangat dihafalnya. Segera tubuhnya menghilang menuju keberadaan energi Britney.
.
.
Drew membuka mata, yang ia tangkap pada awal membuka matanya adalah rambut pink yang berkibar tertiup angin. Kemudian mata hijau yang terfokus pada dirinya. Tangan gadis itu menggenggam keranjang yang berisi bunga matahari.
Leonard memang sengaja membawa Britney pergi dari Buford sebelum penduduk sana menyadari keanehan yang terjadi pada Britney. Para penduduk akan mengira jika Britney adalah seorang penyihir jika tau gadis itu tumbuh dalam satu malam.
"Kau... Siapa? " tanya Britney.
Drew tertegun, tubuhnya terasa kaku dan tak bisa bergerak. Perasaannya campur aduk melihat penampilan fisik Britney yang telah lama ia rindukan kembali.
"Britney... "
Drew melangkah maju meraih tubuh Britney. Dia ingin memeluk gadisnya erat-erat untuk menyampaikan perasaannya. Dia ingin Britney tau betapa ia sangat merindukan gadis di depannya ini.
Sayang sebelum Drew meraih tubuh Britney--- gadis itu lari sambil berteriak.
"Ahhhhh ada orang c***l! "
Kedutan terlihat di kening Drew. Momen sentimental yang seharusnya terjadi, hancur karena teriakan Britney yang lari ketakutan. Terlebih dia mengatakan jika dirinya c***l. Drew tidak menampik jika dirinya c***l tapi bisakah tidak ia katakan keras-keras. Lagi pula ia hanya c***l pada Britney.
Drew terpaksa mengikuti arah Britney yang tengah berlari. Dia pasti menuju ke arah Leonard dan bersembunyi di belakangnya.
Sesuai dugaannya, Britney tengah memeluk pria merah menyebalkan yang membawa Britney pergi. Dia mendekat ke arah mereka dan menuntut Leonard penjelasan tentang alasannya membawa Britney pergi.
"Apa maksudmu membawanya pergi tanpa seijinku, Lagi?! " tanya Drew kesal.
"Jadi aku harus menunggu orang-orang merasa aneh dengan perubahan wujud Britney yang tumbuh dalam semalam. Lagi pula aku yakin kau bisa menemukan kami. "
"Tapi... Dia tidak mengenaliku, " keluh Drew.
"Yah, energinya belum sepenuhnya pulih. Jangan menuntut hal aneh lainnya," ujar Leonard.
Drew terdiam dan melihat ke arah Britney, entah perasaannya saja atau memang Britney memandang Leonard dengan penuh kelembutan.
Seperti gadis yang jatuh cinta...
"Britney, aku... Aku Drew. "
Britney menoleh pada Drew sebentar lalu memutar matanya pada Leonard, seolah dirinya menunggu ijin untuk membalas sapaan Drew.
"Jangan khawatir, dia orang yang sangat menyayangi mu, " bujuk Leonard.
Meskipun enggan, Britney akhirnya melepas pelukannya pada Leonard. Dia terlanjur mengecap pria tampan di depannya ini tidak baik dan c***l karena hendak memeluknya tanpa ijin.
"Hai salam kenal. "
"Aku --."
Grep
Belum sempat Drew mengucapkan sesuatu pada Leonard. Gadis itu kembali menempel pada Leonard. Hal yang membuat Drew seperti terbakar apinya sendiri.
Bahkan ada niat dihatinya untuk menculik Leonard diam-diam dan membakarnya jadi abu.
"Britney, aku adalah teman dekatmu sebelum kau hilang ingatan, sangat dekat... Lebih dekat dari Leonard dan dirimu sekarang. "
Britney memandang ragu pada Drew, tapi melihat mata tulus pria itu ia akhirnya mengangguk.
"Jika kau sedekat itu kenapa bukan kau yang disampingku ketika aku sadar. Aku ingat diruang waktu itu, aku hanya bersama dengan Leonard. "
Pertanyaan Britney membuat Drew tercekat. Noda kesalahan masa lalu entah kenapa mulai menunjukkan karmanya. Dia tidak bisa menjawab karena rasa bersalah di hatinya.
"Itu karena aku melakukan misi bodoh, " jawabnya. " Percayalah, kita dulu sangat dekat."
Britney masih memeluk lengan Leonard, "Baiklah. Tapi aku tidak bisa menerima mu sebagai temanku secepat itu. "
Drew tersenyum tipis, tapi ia tidak bisa menghilangkan kesedihan di wajahnya karena melihat Britney yang memandang Leonard penuh pemujaan. Namun Drew berusaha menepis anggapan itu dan berharap itu hanyalah ketakutan semu.
Ternyata semua tidak seperti ia harapkan. Britney semakin hari semakin dekat dengan Leonard. Sikapnya bahkan seperti gadis yang tengah jatuh cinta. Itu membuat perasaan Drew hancur.
Penolakan Britney juga sikapnya yang menjaga jarak dari dirinya membuat Drew sempat ingin membunuh Leonard. Drew tidak pernah menyerah mendekati Britney dengan berbagai alasan. Tapi itu malah membuat Britney semakin waspada padanya.
Akhirnya ia memutuskan menggunakan bunga biru untuk memulihkan secara penuh energi kehidupan Britney. Jika Britney membencinya karena pengabaian yang ia lakukan dulu itu lebih baik dari pada dianggap asing oleh makhluk yang ia cintai.
Drew mengekstrak bunga itu dan meminumkan pada Britney.
Leonard sempat khawatir terhadap keselamatan Britney. Dia takut energi sebesar itu tidak mampu ditahan tubuh Britney.
"Apa kau yakin jika bunga itu tidak berbahaya bagi Britney? " tanya Leonard gusar.
"Tidak ada yang akan terjadi pada Britney. Bunga biru memiliki esensi yang murni. "
Meski ada perasaan enggan, Leonard menuruti perintah Drew. Dia juga menginginkan Britney menjadi dirinya kembali. Andai saja Leonard tahu jika Drew tidak sanggup menahan rasa cemburu sehingga memilih menggunakan bunga biru pastinya ia akan segera menolak.
Leonard memilih desa ini sebagai tempat tinggalnya yang baru karena berhawa sejuk dan bunga tumbuh dengan subur di sini. Warga desanya juga merupakan orang yang ramah. Tapi ia tidak bisa begitu saja mengijinkan warga desa memasuki wilayah pribadinya. Karena itulah di sekitar rumahnya Leonard menumbuhkan bunga mawar untuk dibentuk menjadi pagar bunga.Disanalah Britney menghabiskan waktu bersama teman-teman sebayanya.
Sinar matahari perlahan memudar menjadi warna orange. Sore sudah datang menjelang. Leonard mendatangi Britney yang kebetulan sendirian merangkai mahkota bunga.
Melihat kedatangan Leonard dia tersenyum dengan mata berbinar. Peri kecil itu merasa Leonard adalah ibu, ayah, teman, dan seseorang yang memiliki tempat di hatinya.
"Minumlah ini Britney, ramuan ini akan memulihkan energimu secara menyeluruh. "
Britney mengerjap melihat ramuan biru yang berada di dalam botol bening. Leonard mengulurkan tangannya agar Britney segera meminumnya.
"Ambillah. "
Britney mengambil botol tersebut, tapi dalam hati ia memiliki ketakutan akan efek dari meminum ramuan biru. " Apakah kau akan pergi jika energiku pulih? "
"Itu tergantung situasi," jawab Leonard penuh kasih sayang. Ia mengusap rambut merah jambu dengan lembut.
"Aku -aku. " Britney menggigit bibir bawahnya. "
Cup
Britney dengan berani mencium bibir Leonard. Tindakannya membuat Leonard terkejut dan membeku.
Setelah mencium Leonard, Britney melemparkan dirinya ke pelukan Leonard. "Aku tidak ingin kau pergi meskipun ingatanku pulih. Kumohon... "
Leonard tidak menyangka akan terlibat romansa diantara Drew dan Britney. Lalu apa yang harus dia lakukan?
"Baiklah aku tidak akan pergi. "
Ucapan Leonard membawa kebahagiaan bagi Britney. Hatinya terasa penuh dengan kehangatan ketika melihat wajah penuh kasih sayang pria di depannya.
Glek...
Botol bening yang berisi ramuan biru telah habis diminum. Sesaat kemudian Britney merasakan energi pori-porinya. Menyebar keseluruh sel-sel tubuhnya.
Leonard segera menangkap tubuh Britney yang limbung. Proses pemulihan ini memang membutuhkan waktu.
Drew melihat semua interaksi mereka. Sulit menggambarkan apa yang ia rasakan saat ini. Seolah kata hancur tak bisa menggambarkan perasaannya. Hatinya sangat terluka melihat Britney mencium Leonard.
'Britney... Apakah kau sudah jatuh cinta pada Leonard. '
Angin sore hari menerbangkan kelopak bunga mawar yang layu berguguran. Sama seperti hati Drew yang mulai layu.
Tbc