17

1319 Words

Emily's POV SINAR matahari sudah muncul, menandakan pagi sudah datang lagi. Sinar itu menyinari langsung ke mataku, sehingga rasanya sangat silau dan tak nyaman. Kubalikkan tubuhku untuk membelakangi sinar matahari dan kupeluk bantalku gulingku erat. Aku tersenyum karena rasanya bantalku sangat nyaman dan hangat, sedikit berbeda dari biasanya. Satu detik .... Dua detik .... Tiga detik .... Aku membulatkan mataku sempurna sembari menatap tubuh yang sedang aku peluk dengan nyamannya. Dengan refleks, aku mendorong tubuh itu menjauh, membuat lelaki itu mengerang karena tidurnya diganggu. "Lima menit lagi deh, Mom." Jesse mengerang kecil dengan mata yang terpejam. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali untuk membuat diriku tersadar. Tapi, hasilnya nihil. Lelaki di depanku memang Jesse, da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD