Bab 14

1079 Words

“Capek, Mas?” tantang Shifa di telinga Karim. Bisikan penuh tantangan yang membuat pusaka Karim yang baru melepaskan isinya seakan membesar kembali. Shifa mengutuk dirinya karena terus menikmati buah terlarang yaitu Karim. Hanya saja, dia tahu bahwa Karim benar-benar mencoba mencengkram dirinya. “Kalau denganmu, aku tak bisa lelah,” bisik Karim ke telinga kiri Shifa. Shifa merasakan tubuhnya terpanggil oleh nafsu mendengar kalimat Karim. Gadis itu memilih untuk menikmati permainan ini dan persetan dengan perasaan asisten senior yang menjadi kekasih Karim. Shifa mencium bibir Karim, melampiaskan serpihan nafsu yang masih ada di dalam dirinya ke dalam ciuman itu. Gadis itu ingin memantik api gairah yang ada di dalam Karim lebih dalam lagi. Mungkin sekaligus memberikan sebuah memori luar bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD