“Assalamu'alaykum,” Igra memberi salam dan salim pada kedua mertua serta dua orang tuanya, Echa sudah di ruang rawat, paviliun Merapi kamar 02.
“Ada apa ini, ada apa dengan Echa?” Tanya Igra panik melihat istrinya terbaring tak sadar dengan transfusi darah dan infus terpasang ditangan kirinya.
‘Mengapa ditranfusi? Dia kekurangan darah kenapa?’ batin Igra, semua masih diam, tak ada yang menjawab.
Igra memeluk Echa, dan mengecup kening serta pipi istrinya.
“Echa keguguran, dan tadi Ayah yang tanda tangan surat izin kuret sebab kamu sebagai suaminya tak ada.”
“Apa? Keguguran? Echa hamil?”
Igra tak percaya, setelah hampir tiga tahun pernikahan dia akan punya bayi, tapi belum sampai dia tahu, bayi mereka malah tak bertahan.
“Jadi kamu belum tahu Echa hamil?” Tanya Kemala.
“Belum Bubu, belum,” jawab Igra lirih.
“Aku dan Teteh mau bikin kejutan buat abang, jadi rencananya Teteh mau kasih tahu kalau dia hamil minggu depan saat abang ulang tahun, jadi bukan Teteh menyembunyikan. Memang dia mau bikin pesta kejutan,” ucap Andin pada semuanya, sehingga mereka mengerti mengapa Echa belum memberitahu Igra soal kehamilannya.
‘Bahkan aku malah punya rencana merayakan ulang tahunku dan ulang tahun Mita bersama, karena kebetulan tanggal lahir kami bersamaan, ternyata Echa sudah akan bikin pesta kejutan untukku.’
“Echa, kamu sadar Nak?” Rengganis Antasena melihat menantunya membuka mata.
“Bubu,” panggil Echa lemah. Dia anak tunggal Kemala dan Gara. Itu sebabnya Lesha sangat dekat dengan Anindita Mandasari Bagaskara atau yang biasa dipanggil Anin, seorang gadis manis yang baru lulus S1 ilmu komunikasi massa, adik kandung Igra.
Usia mereka terpaut dua tahun, lebih tua Echa, tapi kalau pendidikan Echa jauh diatas Anin, sebab Echa sudah lulus SD sebelum genap 10 tahun dan lulus S2 diusia 21 tahun.
“Kenapa Sayang? Kenapa?”
“Aku tahu, bayiku enggak selamat kan?” Tanya Echa melihat botol transfusi, artinya dia habis banyak kehilangan darah. Dia berupaya tegar, tapi sungai airmata tak bisa dia bendung. Dia menangis pedih.
“Sabar Sayang, sabar,” hibur Kemala.
“Honey,” sapa Igra, dia berupaya memeluk Echa, tapi ditepis istrinya.
“Kenapa Honey?” Igra bingung terhadap penolakan istrinya.
“Mama, Papa, Bubu, Ayah, mumpung semua kumpul, aku memang baru sadar, tapi aku sudah sadar kondisi, aku tidak menghalu,” Echa menjeda kalimatnya, dia pandangi satu persatu mata orang di ruangan itu. Terakhir mata Igra suaminya yang telah menikahinya selama 30 bulan.
“Igra, di depan orang tuamu, dan orang tuaku, jatuhkan talak tiga untukmu, karena aku tak mau lagi jadi istrimu!”
“Astagfirullaaaah, sadar geulis,” ucap Prashanti Kemala Lakeswara Bubu Echa.
“Aya naon Princess Ayah?” Kanigara Sudarmaji juga tak percaya putrinya minta cerai
Igra tergugu, dia tak menyangka Echa menodongnya di depan orang tuanya, juga di depan mertuanya.
“Igra, coba bilang kenapa aku minta cerai talak tiga, coba katakan!” Ucap Echa keras, biasa dia panggil Igra dengan sebutan bang Igra seperti Anin.
“Katakan Bang, kenapa menantu Mama minta cerai langsung talak tiga, katakan!” Teriak Rengganis tak percaya.
“Anin, tolong ponselku,” pinta Echa.
“Mama, Papa, Bubu, Ayah, itu alasanku minta cerai dari Igra,” Echa mengirim bukti buku nikah Igra dan Mita yang sudah menikah empat bulan lalu.
“Astagfirullaaaaah.”
“Bersiaplah kalian berdua dengan hukuman pidana, maaf pak Raka, saya akan berdiri kokoh membela putri saya. Saya tak akan peduli kita kenal lama, anak Anda sangat bej4d sampai ‘membvnuh’ cucu saya, kalau Echa tak stress, dia tak akan kontraksi sehingga keguguran!”
“Saya kirim tautan mengapa Igra dan pelacvrnya bisa dipenjara, sebab memang ada peraturannya.”
Semua dikirimi tautan tentang hukum pidana bagi pasangan yang menikah tanpa izin istri pertama dari Gara
Menikah lagi tanpa izin istri pertama sah secara syariat Islam, namun dapat menimbulkan sanksi pidana berdasarkan hukum positif Indonesia, terutama jika pernikahan kedua dilakukan tanpa izin Pengadilan Agama.
Semua, terutama Igra membaca dengan teliti tautan yang Gara kirim
Dalam hukum Islam, seorang suami diperbolehkan menikahi lebih dari satu istri ( poligami ) dengan syarat ia mampu berlaku adil terhadap semua istrinya. Tidak ada persyaratan izin dari istri pertama untuk melakukan poligami.
Hukum Positif Indonesia:
Undang-undang di Indonesia, khususnya Pasal 279 KUHP, menyatakan bahwa suami yang menikah lagi tanpa izin istri pertama dapat diancam pidana penjara paling lama lima tahun.
Selain itu, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan juga mengatur bahwa pernikahan harus didaftarkan di Kantor Catatan Sipil, dan pernikahan poligami memerlukan izin Pengadilan Agama.
Pentingnya Izin:
Meskipun pernikahan kedua sah secara syariat Islam, namun penting bagi suami untuk mempertimbangkan dampak psikologis dan emosional terhadap istri pertama, serta untuk menghindari sanksi pidana.
Pernikahan Siri:
Pernikahan siri ( nikah di bawah tangan ) yang dilakukan tanpa izin istri pertama dapat menimbulkan masalah hukum, terutama jika pernikahan siri tersebut kemudian dicatatkan atau dipublikasikan.
Pencatatan Perkawinan:
Perkawinan, termasuk poligami, harus dicatatkan di Kantor Catatan Sipil. Pernikahan poligami memerlukan izin Pengadilan Agama, meskipun sah secara agama.
“Ayah, Bubu, Mama, Papa, Anin minta maaf, semua berawal dari Anin, walau Anin tak terlibat dengan perselingkuhan mereka.”
“Apa maksudmu Dek?” tanya Taraka Bagaskara Papa Igra dan Anin pada putri bungsunya
“Jadi Mita itu sahabat adek di kampus, kami baru dekat ketika sudah masuk semester 3,” Anin mulai menjelaskan siapa sosok Mita, istri kedua abangnya, sekaligus sosok yang membuat Lesha keguguran mengetahui perselingkuhan suaminya.
‘Waktu itu Abang ngejemput sepulang aku KKN, kebetulan Mita nggak dijemput jadi aku bilang suruh bareng saja dengan aku yang diantar Abang.”
“Sebelum meninggalkan lokasi KKN, aku minta Abang fotoin aku dan Mita. Karena batere ponselku off habis baterai mau ngecas sudah tanggung, sudah dijemput, jadi aku pinjam HP Abang dan minta Abang buat foto-fotoin jadilah difotoin oleh Abang.
“Tanpa berpikir panjang aku kirim foto-foto yang ada Mitanya ke nomornya Mita langsung dari nomor Abang, aku pikir sudah selesai.”
“Nggak tahunya Mita langsung kirim pesan ke nomor Abang dengan mengatakan terima kasih.
“Nggak langsung jawab sih dia pikir ya sudah.”
“Terus Mita bilang salam buat Teteh, dalam artian jelas di sini Mita tahu Abang sudah punya istri, karena memang selama ini juga tahu aku pernah dua kali ke rumah Teteh bawa Mita sebelum Mita kenalan di lokasi KKN dengan Abang, jadi Mita sudah tahu bener kalau Abang sudah punya istri, dan aku tiga kali bawa Mita ke rumah Teteh sesudah mereka kenalan, tapi aku enggak tahu kalau mereka sudah berhubungan.”
“Bahkan kunjungan ke dua dan ketiga sesudah Abang kenal Mita, mereka sudah suami istri.”
“Astagfirullaaaah.”
“Aku sudah capture pesan Mita ke Abang yang mengatakan kirim salam buat istri Abang tercinta, istri kakak dia bilang, bukan Abang. Mita panggilnya kakak.”
“Mita tulis istri kakak tercinta, sudah aku capture jadi jelas kalau dia mau bilang dia tidak kenal teteh dan tidak tahu Abang sudah punya istri itu bohong besar.”
“Aku punya bukti Mita pernah ketemu abang dan Teteh di rumah abang. Waktu mereka sudah berkenalan. Yang pertama mereka belum menikah dan yang kedua dan ketiga sesudah kenalan itu posisinya dia sudah nikah dengan Abang.”
“Jadi akan aku sebarkan ke temen-temen Mita SMA mau pun teman Mita kampus agar semua tahu bahwa Mita itu memang p3lacur. Mita memang pelak0r, perempuan tak punya 0tak. Jelas-jelas dia tahu lelaki yang dia pacari itu punya istri,” ucap Anin geram.
“Jangan seperti itulah Nin, dia sahabatmu, dan dia bukan p3lacur,” tanpa sadar Igra membela Mita. Dia tak suka Mita disebut p3lacur oleh adiknya.
“Bagus bela saja p3lacurmu itu. Jelas-jelas dia menyerahkan tubuh sebelum menikah pada lelaki yang beristri. Dibayar atau tidak tetap dia p3lacur,” kata Rengganis pada Igra.
“Sebarkan sekarang juga Anin, biar tahu perempuan seperti itu tak punya harga diri dan panggil sekarang juga bilang suruh ketemu kamu di sini. Awas Igra tidak boleh ambil telepon untuk ngabarin dia.”
“Anin, bilang saja kamu ingin ngobrol,” kata Kemala geram.