“Aku enggak tahu Kak, tadi sudah bilang sama mommy juga,” Arra yang terlihat sudah fresh menjawab Agra yang mencecar dengan banyak pertanyaaan. “Abang, aku bisa minta waktu enggak?” Echa menengahi dua lelaki ganteng itu. Agra yang emosi tersadar, dia bukan marah pada Arra, melainkan marah pada yang membuat Arra seperti itu. Agra mundur dari ranjang tempat Arra berbaring, dia persilakan Echa duduk menggantikannya. “Coba cerita sama Teteh, kronologisnya gimana, Teteh enggak akan menyela bila tak ada yang terlalu mendesak ingin Teteh interupsi,” dengan tenang Echa meminta Arra bercerita kejadian sejak awal. Arra memandang Ningrum yang saat ini duduk di sofa dekat Agra, lalu dia tatap mata teduh kakak iparnya yang bisa menenangkan siapa pun yang memandangnya. “Aku habis selesai kuliah ja

