Hasan tergelak bersamaan dengan tantangan Ruis untuk mengatakan apa keinginannya. Banyak, dan Hasan tidak yakin Ruis bersedia untuk mengabulkannya dengan mudah. Meskipun demikian, itu cukup memuaskan Hasan tentu saja, karena apa yang dipikirkannya mengenai Ruis tidak seperti kenyataan. Ruis tidak memiliki kekuasaan dan kemampuan istimewa seperti apa yang didengarnya, mengenai sepak terjang Ruis dalam menghadapi nenek Rosana misalnya atau saat menghadapi orang tuanya. “Kau sungguh akan mengupayakan apa yang aku mau?” pancing Hasan merasa lebih percaya diri setelah melihat bagaimana respons Ruis atas keadaannya. “Kalau itu bisa membuatmu tidak memiliki dendam padaku.” “Kalau begitu, aku minta kau mengembalikan Sekar padaku!” “Mustahil! Kau tahu itu tidak mungkin!” tolak Ruis dengan tatap

