Ruis memasuki kamarnya dengan membawakan makan malam untuk Sekar. Sebelumnya ia sudah terlebih dulu mandi di kamar lamanya di lantai bawah. Sengaja pula ia memasak sendiri dibantu pelayan untuk sang istri. Entah apa yang terjadi padanya, rasa itu begitu kuat hanya untuk menyenangkan Sekar. Sambil tersenyum, Ruis masuk ke kamar. “Sayang,” panggilnya pelan. Ruis sengaja menutup pintu dengan sentakan punggung agar tetap fokus pada nampan berisi makanan yang dibawanya. Pandangan Ruis memutar, tidak ada Sekar di ranjang maupun sofa. Ia pun memutuskan untuk menaruh makanannya ke atas meja lalu berjalan menuju ke ruangan walk in closet untuk mencari Sekar. “Sekar, kau di mana?” Tidak ada, Ruis tidak menemukan Sekar di dalam ruangan itu. Hatinya pun kini diliputi rasa tidak nyaman. Kegelisah

