Ruis memutuskan kembali ke Mansion. Ia harus menenangkan diri terlebih dahulu. Pria itu membutuhkan Sekar untuk menyingkirkan beban di dalam pikirannya. Ruis mencium kening Sekar setelah menuntaskan gairahnya. Ia memandang bulu lentik hitam itu dengan tatapan lembut. Ia beri beringsut turun dari kungkungannya terhadap Sekar lalu merebahkan diri di samping sang istri. “Kalau lelah kenapa masih saja—” “Tidak ada kata lelah untuk bercinta denganmu,” bisiknya penuh rayuan. Sekar hanya membalas senyuman tersipu. Ia sendiri tidak mengerti harus bagaimana dalam menghadapi perasaan tidak nyaman atas pikirannya sendiri. Ia pun mulai memejamkan mata, dan membiarkan Ruis memeluknya erat. “Sekar,” panggil Ruis lembut. “Hm.” “Besok aku akan pergi ke La Mirako.” Sekar pun segera berjingkat, mend

