Dia adalah wanita yang dua hari lalu aku temui di tempat ini. Wanita yang mengaku sebagai teman Ali. Wanita yang memiliki wajah yang begitu familiar untukku, tapi tetap saja, aku tidak ingat kapan dan dimana aku bertemu dengannya. Wanita itu tersenyum manis saat kaki jenjangnya berjalan melewati meja kerja Kak Rendy. Sungguh, parasnya sangat cantik. Dia memiliki tubuh bak model internasional, belum lagi wajah blasterannya yang semakin mendukung. Penampilan yang dia kenakan juga sangat berkelas, menandakan bahwa dia berasal dari kalangan atas. Aku menatap Kak Rendy, menanyakan ‘siapa dia?’ dari sorot mataku. Tapi Kak Rendy hanya mengangkat kedua bahunya, menandakan bahwa dia juga tidak begitu paham dengan wanita barusan. Tidak mau ambil pusing, setelah menyuruh Kak Rendy untuk segera mak

