Huzam bertanya dari hati terdalam. Itu bukan karena tanpa alasan apa-apa. Pasalnya, Roni menyebutkan demikian di pesan yang dikirimkan. Urusan tentang Bintang, tidak bisa main-main. Ia rela menempuh perjalanan sejauh ini hanya agar bisa menemukan Bintang. Ia juga merelakan kehidupannya yang dulu, menjadi orang baru demi menemukan Bintang. “Aku baru menemukan jejaknya. Pastinya belum ada.” Huzam menoleh. Ia tatap wajah Roni—menuntut. “Jejak?” Roni mengangguk. Ia mengambil berkas yang sudah ia siapkan. Didapatkan beberapa bulan lalu di tengah keputusasaannya tak mendapat jawaban tentang Bintang. Ia sendiri ikut mencari karena sepenting itu Bintang baginya. Malamnya yang gulita menjadi terang dengan terus memikirkan Bintang. Huzam menerimanya. Ia membuka berkas di dalam amplop berwarna co

