“Bapak hari ini pulang ke apartemen? Saya mau buatkan makan malam kalau iya,” ucap Arunika begitu mereka keluar dari ruang sidang, langkahnya sedikit diperlambat agar bisa sejajar dengan Mahadewan. Sore itu matahari sudah mulai turun, cahayanya menembus kaca-kaca gedung dengan warna keemasan yang lembut, membuat suasana kampus terasa lebih tenang setelah ketegangan sidang tadi. Mahadewan tidak langsung menjawab. Ia berjalan beberapa langkah lebih dulu, baru kemudian berkata, “Saya akan bertemu dengan teman-teman saya.” Arunika langsung menoleh. “Teman-teman?” Mahadewan hanya mengangguk. Arunika menghela napas kecil. “Klub malam lagi, ya?” Mahadewan meliriknya sekilas. “Kemungkinan.” “Pak…” nada Arunika langsung berubah sedikit lebih panjang, seperti hendak mengomel tapi masih ditahan

