Hasrat yang Menakutkan

1666 Words

Sebenarnya Arunika belum memberikan jawaban atas ajakan ke Bali. Setiap kali Ibu Candra menyinggungnya, ia selalu menghindar dengan alasan yang sama, banyak pekerjaan di kampus, laporan BEM yang belum selesai, dan tanggung jawab lain yang terasa lebih “aman” untuk dijadikan tameng. Entah kenapa, pergi bersama keluarga Jagat itu dalam situasi santai justru terasa lebih menegangkan dibanding menghadapi sidang atau rapat. Malam ini, suasana di mansion Jagat terasa lebih hangat dari biasanya. Arunika berada di kamar Noelle, lampu sudah diredupkan, hanya menyisakan cahaya lembut dari lampu tidur di sudut ruangan. Ia berbaring di samping gadis kecil itu, yang kini memeluknya erat seperti tidak ingin melepaskan. “Mama…” suara Noelle terdengar pelan, sedikit mengantuk. “Kapan kita liburan bareng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD