Nafsu Terbendung

2038 Words

“Panas-panas begini kenapa lo pakai syal, Ar?” suara Restika melengking cukup keras begitu Arunika melangkah masuk ke dalam kelas. Nadanya setengah heran, setengah iseng, dan cukup untuk membuat beberapa kepala langsung menoleh ke arah pintu. Arunika yang baru saja menarik kursi langsung membeku sepersekian detik sebelum menatap tajam ke arah sahabatnya itu. “Lo nggak usah teriak-teriak kayak toa rusak, bisa nggak sih?” balas Arunika cepat, mencoba duduk seolah tidak terjadi apa-apa, meskipun tangannya refleks menarik syal itu sedikit lebih rapat ke lehernya. Namun justru itu yang memancing perhatian. Aben, salah satu anggota BEM yang duduk tidak jauh dari sana, langsung menyeringai lebar. “Wih, syal di tengah cuaca kayak oven begini? Ini sih bukan sekadar fashion, ini bukti cinta, guys

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD