Kamu Terlalu Ganas, Attar

1123 Words

"Jadi, bagaimana tidurmu malam tadi? sangat nyaman atau ... sangat panas?" Drajat duduk di hadapan Attar dengan mengangkat satu kakinya, ia menatap penuh arti pada cucu laki-lakinya itu. Jemarinya bermain di atas pegangan kursi. Attar menatap penuh permusuhan pada kakeknya, ia mengepalkan tangannya sangat marah. "Aku tahu semua itu adalah rencana Kakek kan?!" tuduh Attar membentak. "Kenapa Kakek merencanakan hal sekeji itu pada aku dan Hanin? Kakek sudah mencoreng harga diriku!" Drajat mendengus geli. "Sudahlah, bukannya kamu juga menikmatinya malam tadi? Kamu kira Kakek tidak mendengar suara kalian yang sangat panas dan bersemangat itu?" Drajat berdecih. Mata Attar membulat, kemarahannya bertambah besar mengetahui kakeknya benar-benar merencanakan ini semua, bahkan dengan kurang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD