"s**u untuk siapa itu?" Kepala pelayan dikejutkan dengan kedatangan Drajat yang tiba-tiba, sesuatu yang sangat aneh melihat Drajat memasuki dapur. "Anu, ini Tuan. s**u untuk Nyonya Hanin. Setiap malam sebelum tidur Nyonya Hanin selalu meminum s**u," ucap kepala pelayan sembari menunduk takut. "Anak itu sedang berada dimana sekarang?" tanya Drajat lagi. "Nyonya Hanin berada di kamar, bersama Tuan Attar juga." Seketika sudut bibir Drajat tertarik, membentuk senyum kecil yang hanya diketahui olehnya. Ia meronggoh saku celananya dan menyodorkan sebuah bungkusan kecil kepada kepala pelayan itu. "Larutkan serbuk ini ke dalam minuman yang akan kamu bawa itu," pinta Drajat tegas, tak terbantahkan. Kepala pelayan tersebut terkejut, matanya membulat ragu. "I-ini serbuk apa, Tuan?" tanyanya

