"Kamu sudah siap?" Attar menatap Hanin yang baru saja keluar dari kamarnya, ada ketegangan yang begitu jelas di wajahnya. Hanin menarik napas dalam-dalam, kemudian mengangguk kecil. "Aku sudah sangat lama menantikan hari ini," ucapnya sambil tersenyum simpul. Ia berusaha meredam perasaan gugup sekaligus tegang yang melanda. Telapak tangannya kini dibanjiri keringat saking gugupnya. Attar yang menyadari hal itu pun segera mengambil tangan Hanin dan menggenggamnya, membiarkan Hanin membagi rasa gugupnya. Sedikit demi sedikit Attar telah membangun kepercayaan dirinya untuk menjadi lebih dekat dengan Hanin dan mengikis jarak yang selama ini telah dia bangun. Kini dia memiliki hal yang bisa dia banggakan, dia bisa melindungi Hanin dengan usahanya sendiri. Attar ingin percaya diri akan ha

