Yang Terpenting Adalah Kamu, Attar

1102 Words

"Sepertinya saya akan mendengar kabar bahagia sebentar lagi. Dilihat-lihat dari wajah Bapak sih kelihatannya rencana malam tadi lancar jaya nih." Attar tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. "Benar kan kata saya. Rencana yang itu lebih baik dari rencanamu yang sangat klasik," ucap Attar membanggakan diri. Jefan hanya memutar bola matanya malas, kesombongan bossnya ini memang menyebalkan, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa ia benar. "Jadi bagaimana, Pak? Apa yang terjadi semalam?" tanya Jefan penasaran setengah mati. Attar terkikik, ia mendudukkan dirinya di kursinya dan melakukan perenggangan ringan. "Penasaran aja atau penasaran banget?" goda Attar sembari menaik-turunkan alisnya. "Pak ... Tega banget sama saya. Padahal selama ini saya yang selalu jadi penasihat percintaan nomor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD