"Nyonya kelihatan agak berisi ya? Pasti karena Nyonya bahagia dengan Tuan muda sekarang." Seketika tangan Hanin berhenti mengaduk adonan kue miliknya. Ia terdiam sejenak, memikirkan ucapan pelayan barusan. "Eh? Apa saya salah bicara Nyonya? Maafkan saya. Maksudku saya Anda terlihat lebih segar dari biasanya, mungkin karena Anda merasa bahagia di sini. Tapi Anda tetap cantik kok!" ucap Intan, pelayan wanita itu dengan cepat meralat ucapannya. Takut jika Hanina tersinggung atau merasa bersedih. Apalagi latar belakangnya sebagai seorang model, Intan berpikir pasti Hanina sangat memperhatikan penampilannya dan membahas berat badan adalah hal sensitif baginya. "Ah enggak, enggak!" ucap Hanina cepat tak ingin membuat Intan merasa semakin bersalah. Ia hanya tertegun memikirkan sesuatu. "Say

