Abimayu's 11 : Call My Name, Zee

843 Words
Abimayu sudah sangat menahan diri. Sungguh sudah benar-benar sangat menahan diri sekuat tenaga dari saat Azizah menyuruh Abimayu masuk ke rumahnya. Tidak, bahkan sebelum itu. Saat Azizah memeluknya dan terkekeh merdu di jalanan yang ramai. Tidak! Tidak! Bahkan sebelum itu! Saat Abimayu menggenggam tangan mungil nan lembutnya ketika Azizah mencoba naik motor. Tidak!! Sebelum itu! Saat Abimayu mencium aroma tubuhnya ketika memasangkan helm pada Azizah. Dan sungguh, apakah wanita ini tidak bisa menjadi normal barang sedetik saja? Masalahnya, apa normal bagi anak SMA menggunakan pakaian tidur yang sangat menggemaskan dan bahkan ada topi kelincinya? Maksudnya, mereka sudah berumur 16 tahun. Dan sungguh, di usia mereka yang sudah 16 tahun ini, bagaimana bisa seorang perempuan terlihat menggemaskan menggunakan pakaian tersebut? Pakaian Azizah bahkan tidak seksi. Semuanya panjang dan bahkan termasuk dalam kategori over size. Tapi sungguh, damage-nya tidak ada dua. Sangat-sangat menggemaskan sekaligus seksi. Dan Abimayu masih menahan hasratnya ketika Azizah bahkan keluar dari kamarnya dengan rambutnya yang tergerai basah. Padahal biasanya wanita itu selalu meningkat rambutnya erat-erat seperti anak cupu. Abimayu hampir menerkam perempuan itu, sungguh. Apalagi saat Azizah menyimpan teh hangat di depan Abimayu. Ingin rasanya Abimayu mengisap tetesan air yang ada di kening dan lehernya. Bagaimana bisa manusia datar seperti Azizah bisa membuat Abimayu segila ini? Dan lagi, saat mereka mengobrol dan Azizah duduk bersila, Abimayu mulai berpikiran kotor dan menahan diri untuk tidak menatap ke bawah tubuh Azizah. Tapi sial, saat Azizah mulai membicarakan hal vulgar dengannya, segala tentang wanita itu yang tadinya ditekan dalam-dalam oleh Abimayu, tiba-tiba mencuat keluar dengan serempak, membuat Abimayu bahkan tidak bisa menahan dirinya lagi. Dan sial, Abimayu tidak dapat berhenti. Abimayu sungguh kehilangan akal sehatnya kala bibirnya melumat bibir mungil dan tipis Azizah. Kelembapan yang pernah dirasakannya sekali itu, membuat Abimayu kehilangan kewarasannya. Seluruh tubuhnya tidak terkontrol lagi. Abimayu menekan tengkuk Azizah, melumat dalam-dalam bibir mungil itu. Ke mana pun bibir Azizah pergi, bibir Abimayu mengikutinya. Melumat dalam-dalam bibir Azizah. "Abimayu!" Azizah kini berhasil melepaskan bibirnya dari Abimayu. Napasnya terengah. Dan sial, matanya yang berkaca-kaca karena gairah, sukses membuat Abimayu makin kehilangan akalnya. "Lo gila?" Bisiknya kehabisan napas. "Ya, gue gila," Abimayu mendudukkan tubuhnya hingga kini Azizah berada di pangkuannya. "Gue nggak akan ngelakuin ini kalo gue nggak gila." Abimayu kembali mencium bibir Azizah, melumatnya dengan tergesa dan penuh keinginan. Demi Tuhan, ciuman satu arah sudah senikmat ini, apalagi jika Azizah membalas ciumannya? Abimayu mendorong b****g Azizah ke arahnya, membuat dirinya dan diri Azizah menempel dari balik kain tipis daster. Abimayu menggeram merasakan tekanan di kejantanannya yang menegang. Jemarinya menyelip ke dalam helaian rambut Azizah yang basah. Tangannya menekan kepala Azizah, memperdalam ciuman satu arahnya. Sesekali, tangannya yang lain meremas kuat b****g Azizah. Abimayu baru melepaskan bibirnya saat Azizah terasa kesulitan napas. Ciuman Abimayu beralih, mengecup dagu Azizah dan turun mengecup leher Azizah dalam-dalam, merasakan wangi kulit Azizah yang memabukkan. "Abimayu ... Hah ..." Ucap Azizah disertai desahan saat Abimayu menjilat lehernya dengan gerakan melingkar. "Ada yang aneh sama tubuh gue ...." "Hm," Abimayu bergumam serak. Lidahnya beralih, menjilat cuping telinga Azizah, membuat Azizah kembali mendesah. Dan sumpah demi apapun, desahan Azizah sangat seksi. Tangan Abimayu menyelip ke dalam pakaian Azizah, mengusap kulit lembut Azizah. "Ah!" Azizah mendesah kembali, dia tersentak dan membuat kejantanan Abimayu bertabrakan dengan kewanitaannya. Abimayu kembali menggeram nikmat. Dia mengubah posisinya, menidurkan Azizah di atas sofa, sedangkan Abimayu berada di atasnya. Tubuh bawah Abimayu berada di antara kaki Azizah. Dia makin menekan kejantanannya dengan kewanitaan Azizah. "Gue udah nggak tahan lagi." Desah Abimayu sambil menunduk, mencium kembali Azizah dengan ganas, sementara pinggulnya bergerak maju mundur, memuaskan kejantanannya. Azizah kembali mendesah. Dia menggelinjang dan meremas bahu Abimayu ketika merasakan sesuatu yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya. Tubuhnya tersentak kala Abimayu menyentuh dagunya dan membuat bibirnya terbuka. Lidah Abimayu masuk ke dalam mulutnya, membuat Azizah bingung harus melakukan apa. Ini adalah rasa paling aneh yang pernah dirasakannya. Seluruh tubuh Azizah terasa geli, namun ada rasa kecanduan untuk merasakan kegelian itu lebih lanjut. Tubuh Azizah yang tadinya dingin, terasa panas saat merasakan Abimayu di kewanitaannya yang masih tertutup kain. Tangan Abimayu masih berada di balik pakaian Azizah, mengusap kulit Azizah dengan sentuhan-sentuhan yang memabukkan. Azizah tidak memiliki kontrol dengan tubuhnya sendiri. Yang bisa dia lakukan hanyalah membuka dan menutup matanya, meremas apapun yang berada di sekitarnya, dan menggigit bibir bawahnya sendiri ketika Abimayu menjilati lehernya. Tangan Abimayu yang lain kemudian membuka resleting baju tidur Azizah, membuat tubuh Azizah yang tadinya tertutup sempurna, kini terekspos dan hanya tertutup oleh bra saja. Abimayu terengah ketika dia menjauhkan wajahnya dari Azizah hanya untuk melihat Azizah yang b*******h dan tidak bisa melihat dengan fokus. "How beautiful," komentar Abimayu saat tangannya menyelip ke dalam bra Azizah, dan meremas p******a Azizah dengan lembut. Abimayu menggeram, sementara Azizah mendesah. Abimayu menelan ludahnya dengan susah payah. "Pas di genggaman tangan gue." "Ahn!" Azizah mendesah, menggelinjang saat Abimayu menyentuh p****g payudaranya, menjepitnya dan memainkannya dengan jari. "Bi ..." "Yes," Abimayu mendesah, dia kembali menggerakkan pinggulnya, membuat kejantanannya kembali merasakan kewanitaan Azizah. "Call my name, Zee ...." Tangan Abimayu menyelip ke punggung Azizah, melepaskan pengait bra milik Azizah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD