End

1803 Words
Happy Reading. "Aku akan menyelamatkan apa yang kau anggap penting. Anggap ini sebagai permintaan maaf kepada kalian!" Aliya mengusap air matanya saat mengingat kata-kata Jakson sebelum menyerahkan hatinya pada Jimin. Jimin menyematkan dirinya dari tusukan Mina dan itu tepat mengenai dada tengah. Jelas Jimin diambang Kematian tapi Jakson mendonorkan hatinya untuk Jimin. "Biarkan hatiku mencintaimu dalam tubuh Jimin" itu kata-kata Jakson sebelum meninggal. Aliya selalu mengingat itu. Selalu dan tidak akan pernah lupa. "Sayang!" Aliya memeluk Jimin yang terbaring di ranjang rumah sakit. Jimin sedang masa pemulihan dan akan pulang Minggu depan. Setelahnya pernikahan mereka akan segera dilaksanakan. "Aku akan menerima ini dengan baik. Biarkan Jakson mencintaimu dalam tubuhku" Aliya menangis. Ini menyesakkan. "Oppa!" **** "Mom cantik" Aliya tersemyum saat mendengar pujian Ji Hyun. "Yakh..kenapa Dad masuk" Jimin tidak memperdulikan teriakan sang putri. "Hyunie dipanggil Joonmyung" ucap Jimin. "Jinjayo? Hyunie keluar dulu Mom" Jihyun langsung melesat keluar. "Untuk apa Oppa kesini?" Tanya Aliya. "Melihat-mu" jawabnya. "Kita bisa bertemu nanti" Jimin menggeleng. "Aku sudah tak sabar membawa-mu ke Altar" Aliya tersenyum. "Berjanjilah jika kau tak akan meninggalkan-ku apapun alasanya. Dan jangan pernah sembunyikan apapun lagi dariku, mengerti?" Aliya mengangguk. "Aku mencintai mu" ucap Jimin sambil mempertemukan bibir mereka. Aliya tersenyum disela-sela ciuman mereka. "Yakh...pernikahan-nya mau dimulai kalian malah asik berciuman" mereka sontak melepaskan ciumannya saat mendengar teriakan Dahyun, Chaeyoung, Yeri, dan Tzuyu. "Cepattttttt" **** Senyum bahagia tampak terukir dibibir Aliya. Kedua buah hatinya tampak bermain bersama teman-temanya. Jiyoon bahkan tak mau lepas dari gendongan Tzuyu. "Mereka melupakan-ku" adu Jimin saat melihat kedua anaknya yang sibuk dengan yang lain. "Hanya untuk sementara, nanti juga kembali padamu" ucap Aliya sambil mengelus tangan Jimin yang ada dipinggangnya. "Aku mau kembar lagi" Aliya memutar bola matanya jengah. "Siapa bilang aku mau memberikan anak kembar lagi untuk-mu?" Ucap Aliya kesal. "Aku kan komando-nya jadi terserah aku lah" Aliya yang kesal langsung menghempaskan tangan Jimin dari pinggangnya. "Kita tunda bulan madunya, aku akan mendaftarkan Ji Twin kesekolah dulu" ucap Aliya sambil melihat Jimin. "Kita bisa bulan madu dirumah, nanti Ji Twin kita titipan Eomma" ucap Jimin santai. "Dasar Byuntae" umpat Aliya. "Aku masih seksi lho, kau mau melihatnya lagi tidak..akhhh" Jimin memekik saat Aliya mencubit perutnya. "Jangan membahasnya disini atau aku pastikan Oppa akan tidur sendiri selama sebulan" Jimin langsung menutup rapat mulutnya. **** Malam hari-nya Jihyun ribut ingin tidur dengan kedua orangtuanya. Jimin tentu saja menolak, lagipula ini malam pertamanya dengan Aliya jadi mana bisa diikuti putrinya. "Sayang kau bisa tidur dengan Halmonie atau Yeri imo" Jihyun menggeleng tak setuju. "No No. Jihyun mau tidur dengan Mom dan Dad. Masak tidak boleh sih?" Tanyanya dengan wajah cemberut. "Kan bisa besok, khusus malam ini saja ne?" Jihyun kembali menggeleng. Jimin mengacak-acak rambutnya frustasi. "Memangnya kenapa Hyunie mau tidur dengan Mom dam Dad em?" Tanya Aliya sambil membawa putrinya kegendonganya. "Hyunie takut" Aliya menyeringit saat mendengar jawaban putrinya. "Takut apa?" "Hyunie takut jika Mom dan Dad segera memberikan adik untuk Jihyun. Jihyun belum mau punya adik. Tae samchom bilang jika Hyunie diberi adik sekarang Mom dan Dad tak sayang Jihyun lagi. Dan Jihyun tak mau seperti itu" Jimin dan Aliya menganga mendengar jawaban putrinya. "Kim Taehyungggg. Kau racuni fikiran anakku dengan apa saja? Kenapa dia jadi begini?" Saat mendengar teriakan Jimin dari ruang tengah Taehyung langsung tertawa terbahak-bahak. "Kau apakan lagi keponakan-mu Tae?" Tanya Jin. "Aku hanya bilang agar Jihyun ikut Aliya dan Jimin Hyung tidur agar tak segera diberi adik" ucap Taehyung. "Yakin itu saja?" Tanya Jihyo tak percaya. "Heheh..bukan itu saja Noona, aku juga bilang jika Jihyun diberi adik sekarang orang tuanya tak akan menyayangi-nya lagi" mereka menggeleng-geleng saat mendengar jawaban Taehyung. "Biar aku bujuk Jihyun dulu. Kasihan Jimin sepertinya dia sudah tidak bisa Menahan-nya lagi" ucap Jihyo. **** Akhirnya dengan sedikit bujukan dan rayuan Jihyun mau tidur dengan Jihyo dan Jin. Jimin tentu saja senang. Malam pertamanya tidak gagal hahaha. "Akhirnya kita punya waktu berdua" ucap Jimin sambil memeluk Aliya. "Jangan sering membohongi Jihyun aku tak suka itu Oppa" Jimin hanya menggangguk. Pandangan matanya sudah mulai menggelap. "Sayanggg..." Aliya menahan suara tawanya saat mendengar suara Jimin yang mirip seperti desahan. "Wae?" Jimin langsung membalik tubuh istrinya. "Inikan malam pertama kita" Aliya bisa melihat dengan jelas pancaran gairah dimata Jimin. "Lalu?" Tanyanya jail. "Aishhh...kau pasti tahu maksudku" Jimin langsung mendorong Aliya ketembok dan mulai mencium-nya dengan ganas. Aliya mencoba menahan Jimin tapi pria itu terlalu ganas dan dia jadi kewalahan. "Oppahhhh...." Aliya mencoba berbicara tapi Jimin terus menciumnya. "Emmhhh....." Jimin terus memcium Aliya dengan ganas tanganya juga tak tinggal diam. Ia mulai meraba seluruh tubuh istrinya yang berbalut piama berwarna Pink. "Ahhh..." Aliya mendesah saat Jimin meremas gundukan kembarnya. "Kau sengaja tak memakai Bra untuk menggodaku eoh?" Tanya Jimin seduktif sambil melepaskan kancing piama istrinya. "Oppa....tunggguhhhh" Aliya mencoba menahan Jimin tapi sepertinya tak memungkinkan. "Ahhh...." Aliya mendesah saat Jimin meraup niplenya kedalam mulutnya. Jimin menggigit, menghisap dan menusuk-nusuk nya dengan lidahnya. "Jimmm....." Jimin semakin beringas. Dengan kasar ia melempar piama istrinya. Ciumannya turun kebawah dan dengan cekatan ia melepas celana Aliya. Detik berikutnya wajahnya berubah kecewa. "Kan sudah kubilang untuk berhenti tadi" ucap Aliya kesal sambil melepaskan pelukanya. "Lalu untuk apa aku tadi membujuk Jihyun untuk tidur dengan Jihyo Noona. Jika jadinya begini" ucap Jimin kesal. "Makanya sebelum mau melakukanya tanya dulu, jangan main serang" Aliya sedang kedatangan tamu bulananya. "Sialan" Jimin langsung berlari kedalam selimut. Rencana malam pertamanya gagal total. **** Aliya terbangun dari tidurnya saat mendengar suara desahan Jimin dari kamar mandi. "Menyebalkan, seharusnya dia bertanya dulu jadi aku kan yang susah" dengan kesal Aliya lalu turun dari ranjangnya. "Oppa keluarlah. Kau mau terus dikamar mandi" Aliya berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi. "Wae?" Aliya mati-matian menahan suara tawanya saat melihat kondisi suaminya. Wajahnya masih memerah dan matanya juga masih menggelap. Rambutnya acak-acakan dan beberapa kancing piamanya terbuka. "Duduklah. Setidaknya aku akan sedikit menghilangkan rasa sakitmu" ucap Aliya sambil mendudukkan Jimin diranjang. "Ingat hanya sampai kau orgasme setelah itu aku tak mau lagi" ucap Aliya sambil menurunkan celana Jimin. Dan benar saja Junior suaminya sudah tegang sempurna. "Ahhh....." Jimin mendesah saat Aliya menyentuh Juniornya. "Yahh...lebih...kerhas...saynghhhh" Aliya menuruti Jimin. Ia semakin keras memijat Junior Jimin semakin membesar. "Ohh...." Jimin mendesah saat Aliya memasukkan Juniornya kedalam mulut kecilnya. "Lebhikkkk..dallahahhhnnn...sayanggg" "Hahh...." "Yahhhhh....." "Emphhhh..." "Hahhhahhh" Aliya mencoba menelan semuanya tapi ukuran Junior suaminya semakin membesar dimulutnya. Bahkan ia hampir tersedak karena Jimin mendorongnya secara tiba-tiba tadi. "Sayangg....aakkkkkhhhh" berhasil akhirnya Jimin berhasil orgasme dengan cepat Aliya melepaskan kulumanya dan menelan semua cairan Jimin. "Sekarang tidur" ucap Aliya pada Jimin yang masih memejamkan matanya karena kenikmatan yang baru saja ia berikan. "Nde Gumawo" ucap Jimin sambil memeluk Aliya dan segera tidur. **** "Mom" Jihyun memanggil Aliya saat baru pulang sekolah. "Mom ada di dapur sayang" Jihyun langsung berlari menuju dapur. "Sayang taruh dulu tas dan perlengkapan sekolahnya dikamar" Jihyun tak menggubris teriakan sang ayah. "Yoonie taruh dulu semuanya dikamar" Jiyoon mengangguk patuh. Ia tak suka membantah ucapan ayahnya berbeda dengan sang adik yang sangat suka membantah sang ayah. **** "Taerin menyebalkan, masa dia bilang jika aku suka menggoda Heechan padahal-kan Heechan yang mendekatiku" Aliya masih setia mendengar cerita sang anak. "Tapi Hyunie tak membalas perbuatan Taerin kan?" Jihyun menggeleng. "Bagus. Tak perlu membalas perbuatan jahat-nya nanti juga dia lelah sendiri" ucap Aliya menasehati. "Sekarang Jihyun kekamar dan ganti baju. Masakan Mom sudah hampir matang" Jibyun langsung mengangguk. **** "Yoonie mau ikur ke Taiwan dengan Tzuyu imo" ucap Jiyoon. "Mau apa sayang?" Tanya Aliya. "Tzuyu imo mau mengajak Yoonie liburan Mom" ucap Jiyoo. "Hyunie tak diajak?" Tanya Jihyun. "Kalau Jihyun ikut juga boleh?" Ucap Jiyoon. "Mau meninggalkan Mom dan Dad oh?" Tanya Aliya pada keduanya. "Hanya selama 1 minggu Mom. Setelah itu Yooni akan pulang" ucap Jiyoon. "Yakin hanya seminggu" Jiyoon mengangguk. "Bolehkan Dad?" Tanya Jiyoon. "Baiklah jika itu yang kalian inginkan. Tapi ingat hanya seminggu" Jiyoon dan Jihyun langsung melompat senang. "Akhirnya Hyunie liburan juga" ucap Jihyun senang dan melompat kepelukan Jimin. "Nanti Hyunie bawakan oleh-oleh yang banyak untuk Mom dan Dad" ucap Jihyun sambil mencium pipi Jimin. "Hanya kalian dan Tzuyu imo saja?" Tanya Aliya. "Anio Mom. Tae samchon dan Lisa imo juga ikut. Sementara Jin samchon dan Jihyo imo ke Jepang. Hani imo dan Yixing samchon ke China. Dan Jenni imo dan Suho samchon ke LA" mereka memang tak ikut liburan. Pekerjaan Jimin tak bisa ditinggalkan dan Aliya tak mungkinkan meninggalkan suaminya dirumah sendirian sedangkan dirinya berlibur. "Oh ya Tzuyu imo akan kesini untuk menyiapkan keperluan kami" Aliya hanya mengangguk. Tzuyu memang menyayangi anak-anak nya. Maklum Tzuyu belum diberi momongan dalam pernikanya. **** "Kau tak menyesalkan menemaniku dirumah?" Aliya menggeleng saat mendengar pertanyaan Jimin. "Setelah pekerjaan-ku selesai. Kita pergi berlibur menyusul yang lain" "Tak perlu Oppa. Aku baik-baik saja, lagi pula entah di China atau Seoul kukira sama saja" ucap Aliya. "Jadi kita bisakan meniknati waktu berdua saja?" Aliya tersenyum. "Baiklah kita mulai saja sekarang" Jimin tersenyum senang. "Tapi aku mau ada hal yang baru lagi" ucap Jimin sambil membalik Aliya. "Apa lagi?" Tanya Aliya. "Kita keruangan kerjaku sekarang" Jimin langsung menarik Aliya keruangan kerjanya. **** Inilah yang dimaksud Jimin dengan berbeda. Duduk diatas meja kerja Jimin dengan keadaan mengangkang sambil telanjang sementara suaminya sibuk mengekpos inti tubuhnya dengan mulut panas Jimin sendiri. "Oppaahhh....." Aliya menjambak rambut Jimin yang ada dibawahnya. "Emmpphh...." Jimin semakin intens menggoda istrinya, mulut panasnya semakin bergerak liar diklitoris Aliya. "Oppaa...cepattt...." Jimin menghentikan kegiatanya. Ia menatap manik coklat itu dengan pandangan sendu. "Aku merindukanmu...hhahhhh" Mereka mendesah bersama saat Junior Jimin tertanam sempurna dilubang surgawi Aliya. Jimin kembali melumat bibir istrinya yang sudah membengkak. Sementara bagian bawah tubuhnya mulai bekerja. Aliya hanya bisa mendesah nikmat. "Fastrher...oppaahhh...pleaseeee" Jimin semakin mempercepat gerakanya. Dan kejantananya juga terasa dipijat didalam sana. "f**k up...kauuhhh...nikkmmattt...." "Shit....shit....shit...." Jimin mengumpat saat kejantananya dihisap lebih dalam. "Kauhh....haha....Aliya.....shitt...kenapahh...kau...senikmatt...inihhhh....hahahh" Jimin tak berhenti mendesah. Aliya memeluk leher Jimin untuk melampiaskan rasa nikmatnya. "Oppaahhhh....." Jimin menurut ia menghisap gunung kembar Aliya yang diarahkan kemulutnya oleh Aliya. "hahh......emmpp...yanmhhhhhh" Punggung Aliya melengking dan tanganya semakin mendorong kepala Jimin agar mengulum niple lebih dalam. "Shitttt........." Jimin menusukkan kejantananya di rahim terdalam sang istri. Wajahnya mengadah keatas mulutnya masih terbuka. "Gumawo" Jimin melepas penyatuanya dan memeluk tubuh lemas istrinya. "Jangan disini lagi" ucap Aliya masih terengah. "Wae?" Tanya Jimin bingung. "Dikamar atau dikamar mandi saja agar mudah. Aku tak memiliki akses yang luas jika disini" tentu saja begitu. Karena dari tadi hanya Jimin yang bekerja. "Baikah. Bagaimana jika didapur?" "No. Anak-anak bisa tahu nanti" "Terserah" **** Sementara Ji Twin tampak sangat senang karena liburan di Taiwan. Bahkan sepertinya mereka melupakan ayah dan ibunya. "Kapan-kapan Hyunie mau kesini lagi ah" Ucap Jihyun. "Tapi dengan Mom dan Dad" tambah bocah itu. "Tak suka dengan samchon eoh?" "Bukan begitu tapi lebih menyenangkan jika Mom dan Dad ikut, iyakan Oppa?" Jiyoon mengangguk setuju. Sebenarnya Lisa dan Taehyung juga sedang berbulan madu disini. Lumayan tak perlu membayar kamar hotel dan biaya Transport. Ada Tzuyu yang menanggung semuanya. Mereka tinggal menikmati saja. Dan pada akhirnya semua bahagia. Ini berakhir bahagia. End.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD