You know

1588 Words
Happy Reading. Jimin POV. 4 bulan terhitung aku mengenal Mina. Entah kenapa aku merasa jika aku memang benar-benar mencintainya. Yeoja itu begitu baik dan manis disaat yang bersamaan. Aku sangat suka melihatnya tersenyum tak jarang juga aku selalu menggodanya. Keikut sertaan dirinya dalam acara amal yang akan kami selenggarakan pada bulan Agustus mendatang membuat kami sering bertemu dan itu semakin membuat aku senang. "Jim...." aku tersentak saat dia memanggil namaku. "Ya ada apa Min?" Tanyaku padanya. "Boleh aku bertanya sesuatu?" Aku sedikit heran karena dia sedikit ragu saat mengucapkanya. "Kau boleh bertanya" anggukku sambil duduk dilantai ruang Dance. "Apa kau mengenal Aliya sudah lama?" Aku menyeringit bingung saat mendengar pertanyaanya. "Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanyaku bingung. "Ehmm...karena kalian terlihat sangat dekat" aku tersenyum saat mendengar nada ragu-ragu dari ucapanya. "Kami saling mengenal sejak bayi" kulihat dia terkejut saat mendengar ucapanku. "Orang tua kami juga saling mengenal dari kecil. Dan persahabatan itu menurun pada kami. Jika kau berfikir hanya ada aku dan Aliya saja kau salah. Ada banyak yang tidak kau ketahui. Apa kau kenal Nida anak Manajemen?" Dia mengangguk saat mendengar pertanyaanku. "Dia juga bagian dari kami. Dan dia juga adalah Yeojachingu Hyungku" dia tampak mangut-mangut mendengat ucapanku. "Aliya adalah yang paling kecil diantara kami. Maka dari itu kami sedikit memperlakukanya dengan istimewa. Dia bisa bersikap manja dan dewasa secara bersamaan. Dia sangat dekat denganku karena Eomma-ku begitu menyayanginya. Bahkan bisa dibilang jika Eomma-ku lebih menyayanginya dari pada aku dan Chanyeol Hyung" dia kembali menatapku. "Kenapa bisa begitu?" "Eomma-ku sangat menginginkan anak perempuan. Dulu ketika hamil Chanyeol Hyung, Eomma bilang dia sering ngidam hal-hal yang aneh. Dan dia kira anaknya yang lahir adalah perempuan tapi justru yang lahir adalah laki-laki sama seperti kelahiranku dulu" cetusku menerawang. "Lalu bukankah Nida lahir lebih dulu? kenapa Eomma-mu lebih menyayanginya dari pada Nida yang lahir duluan?" Tanya Mina ingin tahu. "Sebenarnya bukan hanya Nida dan Aliya saja Yeoja yang ada di keluarga kami. Ada juga Lisa dan Hani. Dan alasan kenapa Eomma lebih menyayangi Aliya dari pada mereka semua adalah. Nida lahir di LA. Lisa lahir di Busan dan Hani lahir di LA juga dan hanya Aliya yang lahir di Seoul. Jadi itu juga yang menjadi faktor pendukungnya dan yang lebih penting adalah dulu saat Aliya masih berumur 1 tahun ia selalu memanggil Eomma-ku dengan panggilan Eomma jadi tidak heran jika Eomma-ku sangat menyayanginya. Mengingat Eomma-ku sangat ingin anak perempuan" jelasku panjang lebar. "Lalu Aliya?" Tanyanya lagi. "Dia senang-senang saja. Dan dia juga sering menginap dirumahku kadang tak jarang kami yang menginap dirumahnya sekedar untuk berkumpul" ucapku lagi. "Kalian sangat dekat rupanya" ucapnya menilai. "Kau benar" anggukku atas ucapanya. Jimin Pov End. *** "Kali ini kita mau kemana?" Tanya Yeri sambil duduk. "Aku bosan belanja" ucap Tzuyu. "Nado" balas Hani. "Ada usul Baby Gembul?" Tanya Dahyun meminta pendapat. "Aku juga bingung" ucapnya sambil membenarkan letak rambutnya yang sedikit awut-awutan karena tadi digunakan bermain oleh Yuta dan Ten. "Apa ada tempat manarik yang kau fikirkan?" Tanya Chaeyoung. Aliya tampak berfikir detik berikutnya ia tersenyum senang. "Kajja" ajaknya sambil merangkul Yeri dan Tzuyu. "Eodi?" "Kampus Taehyung Oppa" ~~~ "One, Two, Tree, Four, Five, Six, Seven, Eight" suara komando Coarch Dance terdengar menggema diruang itu. Beberapa anak dance mengikuti gerakan yang diperagakan pelatih mereka. "Oke sudah cukup untuk hari ini Guys kita lanjutkam besok. Mengerti?" "Nde Coarch" kompak mereka bersama. "Baiklah kalian boleh pulang" sorakan anak-anak Dance mulai terdengar saat pelatih mereka menyuruh mereka pulang, mengingat mereka sudah latihan dari jam 3 sore tadi dan ini sudah masuk jam 7 malam. "Bagaimana jika kita makan malam bersama?" Tawar Jackson. "Boleh" angguk yang lain. "Otte Jim, Tae?" Tanyanya pada Jimin dan Taehyung. "Aku ikut saja" jawab Jimin. "Nado" balas Taehyung. "Kau Min?" "Aku juga ikut" ucap Mina setuju. "Baiklah kajja kita berangkat..." "Brukkkk" "Akhhhh" "Kakikuu" "Eonnii" "kkepalakuu" "Maknae kau berat cepat berdiri" Mereka semua terkejut saat melihat 6 orang gadis yang terjatuh dari pintu ruang Dance. "Maknae" Taehyung langsung berlari menghampiri adiknya. Jimin juga ikut mereka membantu para gadis itu untuk berdiri. "Kalian tak apa-apa?" Tanyanya khawatir. Bahkan Taehyung menyempatkan memeriksa tubuh adiknya untuk memastikan jika adiknya baik-baik saja. "Appooyoo" keluh Aliya sambil memegang sikunya. "Kenapa kalian bisa jatuh?" Tanya Jimin. "Ini semua salah Chaeng Eonni. Dia terus mendorongku dari tadi" adunya kesal. "Yakh..kenapa hanya aku Yeri juga mendorongku tadi" ucapnya membela. "Yakh aku juga tidak sengaja Hani terus mendorongku jadi aku tak sengaja mendorongmu" ucap Yeri kesal. "Kenapa jadi aku. Salahkan Baby Gembul itu yang terus menyuruh kita masuk dulu" balas Hani tak terima disalahkan. "Yakh kenapa kalian malah menyalahkan ku. Sudah untung aku mengajak kalian kemari" ucap Aliya kesal. "Yakh kenapa kalian jadi bertengkar. Kalian tak tahu aku dan Dahyun Eonni yang paling menderita disini kalian berempat sama-sama berat dan kalian menindih kami tadi" suara ruang Dance jadi gaduh karena teriakan ke 6 gadis itu. Mereka tak mau mengalah dan saling menyalahkan satu sama lain. Dan adu mulut ini entah kapan akan berakhir. ^^^ "Itu yang namanya Mina?" Bisik Chaeyoung pada Aliya dan hanya dibalas anggukan dari gadis tinggi itu. "Dia dari mana? Wajahnya tidak terlihat seperti orang Asia" ikut Tzuyu. "Blesteran sama sepertimu" Tzuyu mangut-mangut saat mendengar ucapan Aliya. Setelah kejadian memalukan tadi akhirnya mereka ikut anak Dance Kyunghee untuk makan malam bersama. Sebenarnya Aliya menolak karena masih kesal tapi berkat ancaman Dahyun dan Yeri Baby Gembul itu menyetujui usul yang lain. "Jangan hanya berbisik Lil Princes makan makananmu" Aliya memeletkan lidahnya pada Jimin saat pria menginstruksi kegiatanya. Dan itu tak luput dari pandangan Mina. "Kau tantang saja dia arena balab Baby Gembul. Toh kau juga hebat dalam itu akhhhh sakit" Hani mendengus saat Yeri memukul kepalanya dengan sumpit yang ada di meja makan. "Kau mau mati eoh?" Tanya Yeri sambil melirik tajam Hani. "Ini sakit" rengek Hani. Tentu saja Hani masih merengek dia menempati posisi kedua untuk yang termuda jika dalam hal umur. Pertama Dahyun yang tertua, lalu Chaeyoung, Tzuyu dan Yeri lahir dibulan yang sama Hani dan Aliya yang terakhir. "Kalian berisik" ucap Aliya kesal. "Oh ya Oppa kapan acara amal ini berlangsung?" Tanya Dahyun mencoba mengalihkan pembicaraan. "Akhir Agustus kalian datang ya" ajak Taehyung. "Aku sih mau saja. Tapi apa Oppa yakin Baby Gembul ini mau datang?" Semua langsung mengalihkan fokusnya pada Aliya. Aliya yang dipandangi seperti iti jadi salah tingkah. "Kau ikut kan Aliya?" Tanya Mina sambil tersenyum. "Entahlah Eonni. Jika aku tak ada acara pasti aku ikut" balasnya sambil tersenyum manis. "Aku tidak yakin jika kau akan ikut akhhhh" Hani kembali memekik saat Aliya menginjak kakinya. "Sakit" ringisnya. Jimin tersenyum saat melihat ke-6 gadis itu. Acara makan malam mereka jadi lebih ramai dengan keikutsertaan mereka ber-6. Jimin merogoh ponselnya saat dirasa benda persegi itu bergetar disakunya. Tertulis nama 'Eomma' disana buru-buru ia mengangkat telfonnya. "Yeobseo Eomma" Mina langsung menoleh saat Jimin menyebut nama Eomma. Tampak pria itu sedang mengangkat telfon dan bisa dipastikan jika itu adalah ibunya. "Eodi Jim?" Tanya Taeyeon diseberang. "Makan malam dengan yang lain. Waeyo?" Tanya Jimin. "Eomma mau pergi kerumah bibi Kwon dan Eomma ingin mengajakmu" ucap Taeyeon. "Eomma ingin bertemu Maknae?" Aliya menoleh saat mendengar ucapan Jimin. "Emmmhhh" "Dia ada disini" ucap Jimin sambil melirik Aliya. "Jinjayo berikan telfonmu padanya" "Nde tunggu dulu" Jimin menyerahkan ponselnya pada Aliya. "Nugu?" Tanyanya. "Eomma ingin bicara padamu" ucapnya. "Taeng Eomma?" Setelah diangguki Jimin akhirnya Aliya mengangkat telfonya. "Eomma waeyo?" "Kau dimana sayang?" "Makan malam dengan teman Taehyung dan Jimin Oppa. Waeyo Eomma?" Tanya Aliya. "Akhh sayang sekali" Taeyeon tampak kecewa diseberang sana. "Itu Taeng imo Maknae?" Aliya mengangguk saat mendengar pertanyaan Dahyun. "Lostpeaker aku juga ingin berbicara pada imo" pinta Dahyun. pada akhirnya Aliya menyetujuinya. "Anyeong imo" sapa Dahyun. "Ini Dahyun eoh?" "Nde Ini Dahyun imo" jawabnya sambil tersenyum "Imo Tzuyu juga ada" ikut Tzuyu. "Chaeyoung juga" Chaeyoung juga ikut nimbrung. "Yeri juga" balas Yeri tak mau kalah. "Kalian sedang apa sayang?" "Makan malam" "Dimana?" Tanya Taeyeon. "ROSE Caffe. Iyakan Oppa?" Tanya Hani dibalas anggukan oleh Taehyung. "Hani ikut?" "Dia akan menangis jika ditinggal" ucap Yeri. "Yakh Eonni kau bicara apa?" Tanya Hani kesal. "Aigo kalian ini sudah besar tapi masih saja suka bertengkar" ucap Taeyeon terkekeh disana. "Kalian masih lama?" "Anio sebentar lagi kami pulang" "Biarkan Eomma saja yang membayar tagihan makan kalian" kata Taeyeon. "Tidak perlu Eomma. Lagipula ini juga traktiran" ucap Aliya menolak. "Gwenchana Baby. Biarkan Eomma saja yang membayarnya" ucap Taeyeon. "Sudahlah. Nanti jika kau pulang ikut Jimin ya?" "Memangnya kenapa?" Tanyanya ingin tahu. "Eomma ingin kau menginap disini sudah lama kau tidak tidur disini" balas Taeyeon. "Terserah Eomma saja" "Baiklah kalau begitu. Berikan telfonya pada Jimin sayang" Aliya langsung menyerahkan benda persegi itu pada Jimin. "Wae Eomma?" "Eomma yang akan membayar tagihan makan kalian. Dan saat kau pulang nanti bawa Aliya bersamamu. Eomma ingin dia menginap disini. Eomma akan bilang pada Yul imo nanti. Kau mengerti?" "Nde Nyonya besar aku tutup dulu eoh. Anyeong" "Otte?" Tanya Aliya pada Jimin. "Taehyung-ahhhh" teriak Jimin. "Wae Hyung?" Tanya Taehyung. "Bayar makanan anak-anak. Dan nanti kau pulang sendirian ya. Adikmu sudah dikontrak Nyonya Park malam ini" ucap Jimin sambil menyerahkan kartu kredit pada Taehyung. "Cieee....ada yang mau menginap dirumah ibu mertunya" Aliya melirik datar kearah Tzuyu yang menggodanya. "Kajja kita pulang" ajak Jimin pada Aliya. "Sekarang?" Tanyanya sambil menatap Jimin. "Hem...Eomma bisa mengamuk jika kita terlalu lama" balas Jimin sambil mengandeng Aliya. "Hei...aku pulang dulu eoh. Min aku pulang dulu. Mian karena tidak bisa menunggumu dijemput. Dan kalian cepat pulang eoh. Aku pergi" ucap Jimin sambil menarik Aliya keluar. "Eonni aku pulang dulu" samar-samar mereka mendengar teriakan Aliya yang semakin menjauh. "Ternyata benar ibu Jimin sangat menyayangi Aliya" gumam Mina dengan pandangan lurus. T.B.C
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD