bc

Detektif Deon

book_age16+
12
FOLLOW
1K
READ
dark
sporty
tragedy
serious
mystery
genius
ghost
detective
others
like
intro-logo
Blurb

   Deon Kazuya, Detektif Swasta yang jenius menganani sebuah kasus-kasus kriminal, setiap kasus ia selalu berhasil diselesaikan tuntas bahkan juga ia berhasil memecahkan misteri dalam suatu peristiwa seperti pembunuhan yang kasusnya terpaksa ditutup oleh polisi.

     Lalu Deon di perintahkan oleh Zuro untuk memecahkan misteri kematian seorang siswi SMA yang terjadi 5 tahun yang lalu. Kisahnya sudah merambat ke seluruh kota dan juga membuat ibu gadis itu gila mendengar anaknya telah tewas menggenaskan. Kasus tersebut ditutup dengan kata bunuh diri.

       Siapa sangka kalau tugasnya ini dibantu oleh seorang gadis cantik bernama Sarah. Ia membantu Deon untuk menemukan misteri kematian siswi tersebut. Deon tidak tahu kalau Sarah yang membantunya itu adalah hantu bergentayangan sekaligus kunci misteri.

chap-preview
Free preview
01. Detektif Swasta, Deon Kazuya
Detektif Swasta yang pekerjaannya menganani sebuah kasus-kasus kriminal yang sering terjadi di kota setiap waktu. Pekerjaan sebagai detektif tidak lah mudah untuk seorang yang baru magang bekerja. Tetapi tidak dengan seorang pria yang selalu menyesap kopi di mejanya. Matanya sipit bernetra kuning kecoklatan, rambutnya selalu rapi seperti model iklan majalah rambut. Deon Kazuya, Namanya. Detektif Swasta yang paling jenius dan seringkali menangani kasus kriminal. Sudah banyak kasus yang diambilnya dan selesai beberapa hari bersama rekan kerjanya Rion juan. Namun, Rion sudah lama pergi keluar negri dan sudah tidak pernah kembali bahkan, nomernya sudah menghilang. Rion Juan salah satu teman Deon dan memiliki kebiasaan aneh yang sampai sekarang belum Deon ketahui. ia sering berbicara sendiri dan kalau kerja dilapangan pun ia sering berteriak, bukan kah itu aneh. Jadi sekarang, Deon bekerja sendiri tanpa rekan untuk memecahkan kasus dan tidak ada campur tanngan orang lain. Selama ini juga pekerjaannya baik-baik saja. “Huh, akhirnya pekerjaan yang melelahkan dan mudah selesai juga.” kata Deon sambil menikmati kopinya. Langkah kaki melangkah begitu cepat sorotan matanya berusaha mencari sosok yang dicarinya. Terlalu banyak staff yang berlalau lalang setiap koridor dan ruangan, ia terus berusaha untuk mencari orang di carinya itu. Karena ia membawa misi baru untuknya, jika ia menolak, ia akan membantah. “Deon!” teriak Zuro menghampiri Deon yang ada di mejanya itu. Deon melirik ke sumber suara, cangkir kopi diletakkan kembali di atas meja sudah tertinggal ampasnya saja. “ada apa?” tanyanya. Zuro menghampiri Deon sembari membawa dokumen super tebal ke meja santai detektif itu. Pria yang berjabat mencari kasus kriminal menyodorkan dokumen tebal yang berjudul “Tewasnya Seorang Siswi SMA”. Deon menyipitkan sebelah matanya melihat judul dokumen super tebal tersebut lalu mengahlihkan pandang ke Zuro. “Bukannya ini kasus kejadian 5 tahun yang lalu?” ucap Deon dibalas anggukkan mantap Zuro. “Iya memang benar. Tetapi aku mau kamu menjalankan misi ini karena jika aku mengamati kasus ini ada yang janggal. Dan para polisi itu menutup kasus ini bahwa siswi bernama Farah Ayunda berusia 18 tahun, tewas bunuh diri.” kata Zuro menjelaskan ke Deon. Melipat kedua tangan menyandarkan punggung di kursi kerjannya. "Tapi kenapa di tubuh korban banyak sekali luka sayatan dan mana mungkin ia bunuh diri jatuh dari tiga lantai sekolahnya." kata Deon yang memang ada benarnya. Zuro memegang dagu mencoba berpikir dengan kronologisnya kejadian tersebut tetapi apa? Otaknya seketika tidak berguna untuk saat ini. Deon berceletuk bahwa kejadian itu sama sekali tidak direncanakan, ada sebuah kesalahan yang terlewatkan oleh penyelidik kepolisian saat di TKP 5 tahun lalu. “Dengar! Aku sering tertawa melihat keputusan polisi saat booming peristiwa tewasnya Farah Ayunda, bunuh diri. Lelucon yang bagus.” Deon berkomentar sembari tersenyum miring mnegejek kinerja penyidik polisi. Zuro mengembungkan kedua pipi, sudah biasa Deon suka berkomentar pedas dengan polisi-polisi yang tidak berguna terutama menganani kasus kriminal misteri. “Kalau begitu pecahkan misteri 5 tahun yang lalu. Aku tahu, kamu jenius jadi ini misi baru untukmu, Deon.” kata Zuro tersenyum mengerikan. “Tidak Mau!” tegasnya menolak mengalihkan pandang ke arah lain. “Harus mau! Dan tidak ada penolakan!" kata Zuro memaksa. “Tidak! Hanya membuang waktuku saja.” kata Deon. Zuro memerintahkan untuk Deon menerima kasus terbesar ini karena sering kali mengganggu pikirannya setiap ia mencari kasus kriminal yang terpaksa ditutup dan semua menjadi misteri. Zuro terus menerus mengomel di hadapan Deon sampai-sampai orang –orang memerhatikan mereka berdua. Zuro terus mencoba membujuk Deon detektif paling jenius dan bisa dihandalkan, cukup beberapa hari saja Deon sudah selesai bertugas. Pria itu menghela nafas kasar membenarkan rambut yang sudah dikasih minyak rambut. “Baik-baiklah, aku akan mnerima misi ini. Puas kamu, Zuro?” akhirnya Deon memilih mengalah dan Zuro berseru senang. Menepuk bahu Deon pelan sembari memasang wajah konyol tanpa dosa. “Nah gitu dong, baru best! Semoga berhasil nanti kalau ada kesulitan panggil Zuro ganteng imut." kata Zuro lalu pria tersebut kembali ke ruangannya kembali. Deon menghela nafas kasar menatap dokumen tebal tersebut. “Belajar lagi dah.” gumamnya berkeluh membuka setiap lembaran-lembaran dokumen dan membaca setiap kalimat yang tersusun apik di sana. Bahkan polisi itu juga menggambar tempat di setiap TKP bahkan niat banget gambar denah sekolah juga. “Sungguh impresif imajinasinya membuat laporan dokumen beserta gambar. Aku saja enggan gambar, tulisan kayak dokter karena aku jenius.” kata Deon kembali berkomentar. Seperti inilah Deon Kazuya sebelum turun ke lapangan menganani kasus misteri yang akan dijalaninya. Membaca dokumen lama tentang kasus kriminal yang terpaksa ditutup harus dibaca ulang setiap waktu, detik, menit, jam dan hari. Biasanya Deon hanya membutuhkan 2 hari sudah bisa hafal di luar kepala termasuk menghafalkan wacana orang-orang yang menjadi narasumber dan saksi mata. Sampai akhirnya sudah saatnya waktu berkeliling kota sebelum keesokkan harinya turun lapangan. Hiruk pikuk suasana kota sangatlah ramai banyak sekali berkendara berlalu lalang di jalanan dan juga banyak orang-orang memilih untuk membeli minuman segar, es lemon di musim panas ini. Pekerjaan di musim panas tidak sebegitu padat seperti tahun kemarin. Deon mengunjungi penjual es lemon untuk menyegarkan tenggorokan yang mulai kering. Matahari berada tepat diatas kepala, cahaya matahari itu memberikan rasa panas seperti ingin membakar kulit manusia sehingga mengelupas. Ah, pikiran Deon terlalu buruk untuk digambarkan setidaknya tidak ada orang yang mencoba menggoreng telur di atas mobil saking panasnya. “Lihatlah ini! Cuacanya sangat panas ya. Sampai bisa menggoreng telur di mobil.” kata pria di depan kamera menunjukkan ia berhasil menggoreng telur di atas mobil dan kompornya matahari. Deon hanya bisa terdiam melihat orang aneh di depannya dan sesekali meminum es lemon di genggamannya. “Tuan! Apa kamu ingin mencobanya?” kata pria itu ke Deon. “Tidak terima kasih. Aku alergi hal gila yang anda lakukan." katanya lalu pergi ke tempat lain. Ia terus menerus berjalan sembari berpikir mengenai kasus tewasnya Farah Ayunda daripada berjalan-jalan dan melihat kegilaan orang-orang alangka baiknya ia menghampiri rumah salah saudara dari ibu Farah. Rumah yang terlihat sepi, ia datang ke kompleks ini menggunakan mobil van orang, tumpangan gratis. Dilihatnya jam arloji di pergelangan tangan Deon, pukul 12;39 PM. Menekan kembali tombol bel di dekat pintu. TING TONG! Bel berbunyi sebanyak 2 kali dan tidak lama kemudian pintu terbuka menampikan seorang wanita cantik berambut blonde menggunakan pakaian baby doll. Menyipitkan sebelah mata. “Siapa?” tanyanya. Deon mengeluarkan kartu namanya bahwa ia dari Detektif Swasta dan memiliki sebuah alasan datang ke sini tentang tewasnya Farah Ayunda. “Saya Deon Kazuya, Detektif Swasta dari kota. Saya datang ke sini untuk memecahkan misteri mengenai Farah Ayunda. Apakah anda saudari Heila?” Deon memperkenalkan diri sembari bertanya ke wanita di hadapannya. “Iya, saya Heila saudari dari ibu Farah. Silahkan masuk!” ucap Heila mempersilahkan masuk menuju ruang tamu. Rumah yang tidak besar dan begitu banyak barang-barang antik di sini. Deon memerhatikan sekeliling serta ada beberapa patung yang nampak menyeramkan serta ada lukisan khas eropa terpajang apik di dinding. Segelas teh hangat datang dan Deon berkata,”ah, tidak usah repot-repot. Saya disini hanya sebentar saja tidak lama.” kata Deon ke Heila. “Tidak apa-apa, Tuan Deon. Jarang banget ada tamu datang ke sini dan juga membahas kematian Farah 5 tahun yang lalu.” kata Heila nada sedih saat kehilangan keponakannya itu. Kelopak matanya sudah menggenang air mata. ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dalam Kuasa Kegelapan/Play In Darkness (END)

read
58.9K
bc

Pengacara Itu Mantan Suamiku

read
11.5K
bc

Ninja Itu Suamiku!!/Play In Deception: Camouflage (END)

read
54.4K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
12.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
46.1K
bc

Kali kedua

read
222.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook