"Oh, oke! Aku sudah masak yang cukup untuk kita semua. Persediaan kita cukup untuk tiga sampai empat hari ke depan. Aku bingung harus bagaimana dengan persediaan kita." Melani tampak melepas senjata itu dari tangannya dan DOR! Semuanya merunduk kaget, dan jeritan kembali terdengar. Kali ini lebih sedikit namun cukup bergaung dibandingkan tragedi penerobosan sebelumnya. "MELANI!" Andy muncul dari belakang, dan segera meraih senjata di tangannya. Perempuan manis itu rupanya tidak sengaja menembak lantai saat melepas lilitannya. "Berapa kali harus kubilang kepadamu agar jangan menyentuh senjata api?" "Maaf. Aku menemukannya di dapur di lantai paling atas, dan mereka berisik sekali saat jam makan siang hampir tiba. Kamu tahu aku benci gangguan saat makan, bukan?" "Maaf atas kejadian in

