Icha terdengar mengasihaninya, Sasha tidak suka itu, tapi tidak ingin berdebat atau pun membalas dengan kata-kata yang bisa menimbulkan salah paham. "Ira itu ember banget, ya?" celutuk Sasha, terkekeh pelan. Tidak tahu harus berkata apa, jadi hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. "Aku tidak menyangka dia melawan zombie secara langsung," timpal Putri. "Ya. Dia terlihat lemah, tapi sangat kuat. Lebih kuat daripada diriku yang hanya bisa tampil gaya dengan pedang replika, padahal penuh keraguan dan kelemahan,” dengusnya kecewa kepada diri sendiri. "Tidak juga. Waktu kami menemukanmu, kamu mengayunkan pedangmu tanpa keraguan sama sekali pada kawanan zombie itu, dan ceramahmu kemarin itu lumayan. Aku demam panggung. Seratus poin untukmu!" Icha menunjukkan kedua jempolnya, tersenyum ba

